Lima Persoalan Yang Dihadapi Lampung Barat Menurut Parosil Mabsus

Koraneditor.co, Lampung Barat

Usai terpilih sebagai Bupati Lampung Barat Periode 2024-2029 pada Pilkada November 2024 lalu, Hi. Parosil Mabsus mengatakan ada lima poin persoalan yang dihadapi Kabupaten Lampung Barat dalam skala pembangunan strategis pemerintah pusat dan provinsi.

Hal itu disampaikan Parosil saat menghadiri acara silaturahmi Bupati/Wakil Bupati, Wali Kota/Wakil Wali Kota, yang direkomendasikan oleh partai Gerindra se-provinsi Lampung yang dihadiri Ketua MPR-RI Hi. Ahmad Muzani yang juga sebagai Sekretaris Jendral DPP Partai Gerindra, di Sekretariat Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Gerindra Provinsi Lampung, Bandar Lampung, Minggu (12/1/2025).

Menurut Pakcik (sapaan akrabnya), poin pertama terkait konektifitas infrastruktur jalan lintas kabupaten lampung barat dengan tanggamus, dengan panjang sejauh 33 KM.

“Jadi, kalau persoalan ini tuntas saya yakin lampung barat makmur termasuk juga tanggamus menukmati kemakmuran yang ada,” ucap Pakcik

Kemudian dirinya menyampaikan kondisi ruas jalan provinsi Lampung dengan provinsi Sumatera Selatan yang rusak cukup parah.

“Saya berharap kondisi jalan pprovinsi Lampung dengan Sumatera Selatan ini dapat dialihkan statusnya menjadi jalan nasional supaya kondisi jalannya lebih baik,” ujarnya.

Lalu terkait pelayanan masyarakat, Parosil mengungkapkan persoalan di bidang sarana kesehatan, khususnya ketersediaan Rumah Sakit tipe A yang jauh dari wilayah Lampung Barat.

“Rakyat Lambar kalau ada yang sakit mau dirujuk ke rumah sakit di Bandarlampung membutuhkan waktu 6-7 jam, ini waktu yang cukup panjang, alangkah baiknya jika dibangunkan rumah sakit tipe A di Lampung Utara karena berada di tengah-tengah beberapa kabupaten lainnya. Sehingga bisa lebih cepat jarak tempuhnya,” ungkap Parosil.

Lebih lanjut, Parosil mengungkapkan jika Lampung Barat memiliki permasalahan terkait dengan satwa liar, yang hingga kini telah menelan korban jiwa.

“Sudah ada korban warga dimangsa harimau di Lampung Barat dan Pesisir Barat, termasuk juga akhir-akhir ini gajah, kemarin baru saja masyarakat tanggamus menjadi korban dari amukan gajah termasuk juga Lampung Barat. Jadi harapan kami supaya pemerintah bisa memberikan solusi yang bijak, seandainya bisa gajah itu di relokasi atau dibuatkan satu tempat khusus yang dikelola langsung oleh pemerintah pusat,” terangnya.

Terakhir, Parosil juga menerangkan terkait nasip petani kopi di Lambar.

“Lampung Barat ini penghasil kopi, tapi tidak mendapatkan pupuk subsidi, ini menjadi PR bersama untuk memajukan Lampung sebagai sentra kopi hingga menjadi produk yang dapat menyentuh dunia internasional,” tukas dia.

Parosil mengatakan, persoalan yang dihadapi Kabupaten-kabupaten di provinsi Lampung hampir sama, terutama terkait infrastruktur, kemiskinan dan lapangan pekerjaan.

Karena itu Dirinya meminta pemerintah pusat untuk membantu pembangunan sekolah kopi, dimana pembangunan sekolah kooi nantinya akan menjadi salah saty fokus dirinya bersama wakil bupati kedepan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua MPR RI Ahmad Muzani mendukung pembangunan dan pengelolaan sekolah kopi yang ada di Lampung Barat.

“Kita akan bantu pembangunan sekolah kopi,” ucap Ketua MPR-RI Ahmad Muzani. (**)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *