Mesuji- Buntut Normalisasi Lahan kebunan oleh Pihak Perusahaan PT Barat Selatan Makmur Inverstindo(BSMI) mendapatkan perlawanan warga dari yakni Desa Nipah Kuning, Sritanjung dan Kagungan Dalam, kecamatan Tanjung Raya.
Berdasarkan informasi yang berhasil di kumpulkan, hingga saat jumat Malam(5/3)ini,warga Tiga Desa di Kabupaten Mesuji Nipah Kuning kecamatan Mesuji ,Sritanjung dan Kagungan dalam Kecamatan Tanjung Raya tersebut, lebih dari Tiga Ratus massa masih bertahan di lokasi perkebunan di Wilayah sengketa yang di kuasai PT Barat Selatan Makmur Investindo(BSMI).
Dikatakan Dowi salah satu masyarakat Kagungan dalam, aksi masa tuga desa tersebut di picu oleh kegiatan Normalisasi itu dilakukan dengan perusahaan menggunakan dua unit Alat Berat,walau diketahui hingga saat ini lokasi yang di nomalisasi perusahaan statusnya masih bersengketa dengan warga dan sedang di tangani oleh Kepala Staf Presiden(KSP)
“pada perinsipnya kami tidak menghalagi pihak perusahaan untuk melakukan normalisasi, namun harus jelas dulu permasalahanya secara hukum, saat ini kan persoalan belum jelas, masih ditangani KSP, jadi kita tunggu dulu hasilnya siapa yang berhak atas lahan tetsebut, “ujar Dowi.
Dikonfirmasi terpisah meluli sambungan Ponselnya, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat(Ka Humas) PT BSMI Beni B Sarli,menyangkal jika perusahaan telah melakukan normalisasi seperti pengaduan masyarakat yang disebutkan
“Hari ini PT tidak ada kegiatan Normalisasi,”kilah Benni singkat.
Terpisah Kepala Satuan Restik dan Kriminal(Kasat Resktim) Polres Mesuji AKP Dennis Arya mendampingi Kapolres Mesuji AKBP Alim membenarkan kejadian tersebut dan aparat keamanan dari Polisi Daerah(POLDA) lampung telah turun kelokasi, “pengamanan dilakukan oleh Polda Lampung, kami Poltes Mesuji lakukan backup,”terang Dennis. (apr)






