Mesuji-Pendemi Corona Virus Disease(Covid-19) yang hingga hari ini laju penyebaranya masih juga belum dapat ditahan ditingkat Nasional, bahkan Gugus Tugas Penanganan Corona Nasional hingga saat ini merilis data ribuan orang di nyatakan Orang Dalam Pengawasan(ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan(PDP) bahkan beberapa diantaranya merenggang nyawa akibat keganasan virus asal china ini.
Tidak terkecuali Kabupaten Mesuji yang juga mendapat ancaman dari penyebaran virus corona. untuk memutus matarantai penyebaranya,Pemerintah Kabupaten Mesuji telah membentuk gugus tugas penanganan covid-19 yang bertugas melakukan pengawasan dan pencegahan penyebaran virus tersebut di kabupaten mesuji.
Terkait masalah penanganan Corona di Mesuji, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) mesuji melakukan langkah cepat dengan mengelar rapat Pimpinan bersama Bupati mesuji terkait penanganan corona di Kabupaten Mesuji.
Seperti di ungkapkan Anggota Fraksi PAN Kabupaten Mesuji Matnur AS, dikatakanya rapat pimpinan yang di lakukan di ruang rapat DPRD mesuji pada selasa(07/04), khusus membahas penanganan corona oleh pemkab mesuji.
“banyak yang kita bahas dalam rapim, misalnya anggaran penanganan corona, dan langkah apa saja yang telah dilakukan pemkab mesuji dalam rangka penanganan corona, “terang Matnur.
Selain itu lanjutnya,turut dibahas dalam rapat,DPRD meminta pemkab mesuji serius melakukan penanganan corona dengan melibatkan semua unsur yang ada disemua tingkatan dari pemerintah Kabupaten hingga Desa, sehingga diharapkan di dengan kerja maksimal nantinya di kabupaten mesuji tidak menimbulkan korban jiwa.
“kalau hingga saat ini penanganan yang dilakukan oleh pemkab mesuji melalui gugus tugasnya sudah baik, dan ini harus ditingkatkan, karena kita berharap di mesuji hingga pendemi ini berahir tidak ada korban jiwa, “harap Matnur.
Ditanya kemungkinan oknum pegawai yang memanfaatkan keadaan dengan “bekerja dirumah” tapi kemudian melalaikan tugasnya? Matnur berharap agar Bupati Mesuji dapat mengambil langkah tegas dengan melakukan evaluasi terhadap kinerja pengawai.
“ini kan bukan libur, tapi bekerja dirumah, namun tidak lantas pekerjaan dilakukan dirumah mereka di bandar lampung, dan mengabaikan tangung jawab sebagai pejabat kabupaten mesuji, apa lagi situasi seperti saat ini, jika ada yang begitu harus di evaluasi, “tutup Matnur. (apr)






