Tanggamus- M SIRMAN (55) warga dusun II A , pekon Purwodadi kecamatan Gisting, meninggal dunia secara mendadak setelah melakukan perjalanan pulang dari Surabaya Jawa timur. Kemarin Selasa (21/04).
Dimana provinsi Jawa timur merupakan zona merah didalam pandemi Covid 19, untuk mengantisipasi OTG atau orang tanpa gejala dan adanya penyebaran virus, pihak pekon yang di bantu oleh Puskesmas setempat dan pihak kecamatan melakukan standar protap kesehatan dalam melakukan pemakaman jenazahnyya.
Menurut Agus Toni ketua RT II A , kepada koran ini menjelaskan almarhum berada di Surabaya Jawa timur selama satu bulan, kemudian ia pulang mudik mengunjungi keluarganya di pekon Purwodadi ini kemaren, sekitar pukul 03.00 pagi, kemudian pada jam 07.00 pagi setelah berbincang-bincang almarhum meninggal secara mendadak tentu jelas hal itu membuat panik dan terkejut sanak keluarganya.
” Kami selaku ketua RT dan perangkat pekon langsung menangani pemakaman jenazah nya Dengan dibantu oleh pihak Puskesmas dan kecamatan untuk mengantisipasi adanya virus dengan menggunakan sarung tangan dan masker, namun blm diketahui jenazah itu terkena virus atau tidak cuman kami hanya antisipasi saja, dan atas arahan dari bapak sekcam kami pun beberapa orang yg khusus menangani jenazah termasuk orang dalam pengawasan atau ODP,” kata Agus Toni.
Menurut Hi Gunawan selaku PJ pekon Purwodadi yg didampingi oleh kaur kesra samnah membenarkan adanya warga nya yang meninggal setelah pulang dari Surabaya Jawa timur. “Kami pun langsung mengisolasi atau mengkarantina mandiri keluarga nya yg berjumlah 4 orang selama 14 hari , dimana kebutuhan sehari-hari kami bantu, meski blm diketahui positif atau negatif pada almarhum namun untuk mengantisipasi, kami tetap melakukan karantina mandiri,” Kata Gunawan.
Sementara ditempat terpisah Trio Iskandar selaku sekretaris kecamatan Gisting menjelaskan untuk mengantisipasi OTG atau orang tanpa gejala kami ikut memberikan suport masukkan kepada RT dan perangkat pekon agar aktif dalam melakukan pengawasan pemantauan kepada keluarga nya dan membantu dalam hal kebutuhan pokok sehari-hari.
” Jadi untuk karantina melalui RT setempat agar terus melakukan pengawasan dan beberapa orang yang ikut tahlilan agar orang nya itu itu saja jangan berganti ganti agar kita bisa lebih mudah mengawasi nya,” kata Trio.
Menurut Dr Neli, di Puskesmas setempat menjelaskan pada saat pemakaman kami ikut menyaksikan dlm hal ini UPT Beni, dimana almarhum ada riwayat penyakit bawaan sehingga belum tentu atau bukan positif Covid, hanya saja almarhumah melakukan perjalanan dari daerah zona merah, jadi kita hanya antisipasi saja khawatir terjadi OTG itu saja, jadi untuk 4 orang keluarga nya diharapkan melakukan karantina mandiri. (Gus)






