BAPAN soroti kinerja Diskes Mesuji tangani Covid-19

MESUJI- Ketidak siapan Dinas Kesehatan Kabupaten Mesuji menangani Mayat Unonim di desa simpang Pematang, kabupaten Mesuji beberapa waktu lalu, yang di makamkan dengan cara protap pemakaman suspec Covid-9 menjadi sorotan masyarakat Kabupaten setempat.
Salah satunya Kepala Bidang Advokasi Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara  (BAPAN) Provinsi Lampung,  Iwan M Dahari,  mengaku tak habis pikir dengan lambannya kinerja Dinas Kesehatan  Mesuji.
“Ini konyol,” kata Iwan. “ Pandemi Coovid-19 sudah berjalan sebulan lebih tapi Dinkes bahkan belum memiliki persiapan matang. Apa menunggu sampai mayat bergelimpangan?”
Iwan berharap semua pihak dapat bekerja profesional mengingat  pandemi ini sudah menjadi isu nasional.
“Kita akan pantau kinerja Dinas Kesehatan dan dinas terakait,” tegasnya.
Menurut Iwan kejadianda  pada penemuan  mayat Orang Dengan Gangguan Kejiwaan (ODGK) pada Jumat (08/05). Di samping  tak satu pun warga berani mendekat karena khawatir terjangkit Corona, mayat juga sempat dibiarkan tergeletak berjam-tam karena menunggu Alat Perlindungan Diri (APD) dari Dinas Kesehatan. Sampai akhirnya, petugas  Polres Mesuji tiba  untuk menangani.
“untung ada aparat kepolisian yang sudah siap, bayangkan jika sama-sama sama tidak siap bagai mana nasib mayat yang belum tentu kena Corona itu dapat di tangani, “paparnya.
Padahal tambah Iwan,  pemerintah Kabupaten telah meng-anggatkan lebih Rp 39 Milyar yang disiapkan untuk menangani pendemi Corona, termasuk pembeliam Alat Pengaman Diri(APD)bahkan mungkin termasuk beli peti jenasah, katong jenazah dan perlengkapan lain.
Sementara itu  Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mesuji, Kusnandarsah, S.K.M meyakinkan kalau APD dimaksud (saat  kejadian-red) sudah ada di masing-masing pos kesehatan.
 “Tadi hanya diminta satu petugas ambulance saja. Karena itu cuma petugas itu saja yang memakai APD,” ucapnya.
Terkait penanganan jenazah pandemi Covid-19, Sunandar mengatakan Tim Khusus baru akan dilatih dalam waktu dekat.
“Pak Kadis sudah memerintahkan pelaksanaan pelatihan minggu depan dengan  menggunakan dana APBD,” tambah Sunandar.
Nantinya, pelatihan tersebut akan menggandeng Tim Forensik dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Moeloek.(apr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *