BANDARLAMPUNG – Wabah Covid 19 yang melanda sapai saat ini membuat Pemerinta Kota (Pemkot) Bandarlampung kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 1,2 Miliar perhari.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Walikota Bandarlampung Herman HN, saat memberi sambutan Rapat paripurna di Gedung Sekretariat DPRD Bandarlampung, Kamis (4/5).
Menurut Herman HN, capayan PAD Kota Bandarlampung perhari mencapai Rp 1,5 miliar namun setelah dilanda wabah Covind 19, PAD Kota Bandarlampung anjelok hanya mencapai sebesar Rp 300 juta perhari.
Melihat kondisi keuangan tersebut Pemkot Bandarlampung terpaksa menunda pembiayaan beberapa kegiatan termasuk penundaan Tunjangan Hari Raya (THR) pegawai negri Sipil (PNS) lingkungan Pemkot setempat.
“Yang perlu saya jelaskan kepada bapak ibu pimpinan dan anggota DPRD agar tidak nyebar kemana mana karna ini media sudah bermain. Taroklah saya gak bayar THR saya bayar yang lain dulu kalau RT, Lingkungan, Babinsa Babinkatibma itu cuman sekitar Rp 9 miliar, kalau THR pegawai Kota Bandarlampung saya harus bayar Rp 38 miliar.
Menurutnya penundaan Pembayaran THR Pegawai Negri di lingkungan Pemkot setempat belum perna terjadi namun karena capayan PAD Pemkot Bandarlampung mengalami penurunan yang sangat draktis dan di tambah penundaan pembayaran kucuran anggaran dari pemerintah pusat mengakibatkan Angaran Pendapatan dan Belanaja Daerah (APBD) Pemkot Bandarlampung tak setabil sehinga terpaksa mdilakukan penundaan pembayaraan kegiatan termasuk pembayaran THR PNS di lingkungan Pemkot setempat.
“Dan juga mungkin biaya biaya DPRD yang sempat tertahan tetap akan kami bayar mungkin butuh sekian waktu kita lihat kondisi keuangan daerah,”katanya.
Untuk itu lanjutnya, saat ini dirinya tengah berupaya untuk memulihkan kondisi keuangan Pemkot Bandarlampung, salah satu upaya tersebut adalah dengan meyurati Kementrian keuangan (Kemenkeu) dan meyurati presiden RI langsung untuk meminta tak ditunda kucuran angaran dari pusat.
“Ini saya buat suarat lagi kepada mentri keuangan kepada presiden juga saya buat suarat kalau terus terus gini bubar,”katanya.
Menurutnya pihaknya bisa saja merekayasa keuangan Pemkot Bandarlampuyng, namun dihawatirkan jika itu dilakukan akan berdampak pada Dana yang akan dikucurkan oleh pemerintah pusat di kemudian hari.
“Tapi bukan hanya Kota Bandarlampung aja dari 380 sekian daerah, cuaman kalau kita ngeboongin pemerintah pusat bisa saya kurangin separo bisa tapi APBD setelah perubahan masuk ke pusat lagi saya takutnya DAU kita 2021 dimaninkan, makanya saya terbuka dengan pusat, mungkin daerah lain ada yang mengurang ngurangin tapi nanti APBD nya dukurangin di 2021 DAU nya atau apa atau apa, sedangkan DAU kita sudah di kurangin sebulan 10 miliar lebih DAU kita kita hanya ada 2. DAU kesehatan dan DAU pendidikan DAU yang lain 0 (nol),”katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Herman HN tak lupa megajak seluruh peserta yang hadir dalam Rapat Paripurna DPRD Bandarlampung tersebut untuk bersama sama mengatasi masalah wabah Covid 19.
“Ayo kita bersama sama mengatasi masalah ini mudah mudahan bualan juli ini hotel restoran dapat berjalan dengan baik namun harus melaksanakan protocol kesehatan. Kita berupaya tiap hari tiap jam dari malam protocol kesehatan di Kota Bandarlampung ini dapat berjalan dengan baik mudah mudahan bersama ini lebih berhasi tidak bertambah lagi karena terbanyak Kota Bandarlampung,”tutupnya. (edi)






