EDITORONLINE.CO.ID, TULANGBAWANG – Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Menggala, Tulangbawang, Provinsi Lampung, mensosialisasikan gerakan budaya tertib listrik kepada pelanggan. Sosialisasi dilakukan secara door to door dibeberapa rumah pelanggan di wilayah Kabupaten Tulangbawang dan Mesuji.
Manager ULP PLN Menggala, Jimmi Manalu, menerangkan, gerakan tanamkan budaya tertib listrik itu bertujuan untuk menyampaikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang Pembayaran Tepat Waktu, Keselamatan Kelistrikan dan Program Listrik Pintar Prabayar.
“ULP Menggala sebagai perpanjangan tangan dari PT PLN Cabang Kota Bumi dan Wilayah Lampung, senantiasa akan terus berupaya dalam meningkatkan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat atau para pelanggan PT PLN,” ujar Jimmi, Sabtu (12/12/2020).
Jimmi menuturkan, gerakan tanamkan budaya listrik itu dilakukan dalam rangka tujuannya untuk merangsang, mendorong, menanamkan dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya budaya tertib bayar listrik khususnya kepada pelanggan pascabayar, keselamatan kelistrikan dan listrik pintar pra bayar.
Jimmi merincikan, di Kabupaten Tulangbawang dan Mesuji pelanggan yang masih menggunakan KWH meter pasca bayar sebanyak 43.933 pelanggan. Sehingga PLN ULP Menggala memberikan edukasi untuk tertib bayar listrik tepat waktu tanggal 20 setiap bulannya.
Untuk Pelanggan listrik pascabayar, lanjut Jimmi, pelanggan bisa menggunakan listrik sesuai instalasi daya, dan tagihan akan diberikan kepada pelanggan untuk kemudian dibayar maksimal tanggal 20 setiap bulanya. Apabila tidak dibayarkan, pelanggan akan dikenai denda, dan bisa diputus sambungan listriknya.
“Berbeda dengan layanan pascabayar yang baru muncul tagihan setelah digunakan, PLN prabayar memiliki sistem seperti pulsa ponsel, jadi apabila sudah habis kuota listriknya, listrik di rumah pun akan padam,” jelasnya.
Layanan PLN prabayar ini hadir mulai tahun 2010 dan menjadi pilihan generasi muda karena dirasa lebih praktis. Dengan pilihan isi ulang mulai dari Rp 20.000,00, pengguna sudah bisa menikmati fasilitas listrik dari PLN.
“Masih minimnya kesadaran warga akan pentingnya budaya tertib bayar listrik. Sehingga angka piutang rekening listrik di ULP Menggala masih cukup besar. Satu sisi dalam piutang tersebut terdapat Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang seharusnya dapat diserap oleh Pemda Tulangbawang dan Mesuji,” paparnya.
Untuk itu, ULP PLN Menggala juga menggalakkan program listrik pintar sebagai wujud keseriusan PLN dalam pelayanan dengan manfaat LISTRIK pintar (listrik KWH Prabayar) membantu Pemda dalam percepatan serapan dana PPJ yg ditarik dalam setiap transaksi pembayaran rekening listrik, baik pasca bayar ataupun prabayar berbentuk token.
“Adapun manfaat penggunaan KWH listrik prabayar adalah, terbebas dari biaya rekening minimum, pelanggan dapat mengkontrol pemakaian karena KWH meter prabayar menggunakan sistem elektronik,” ulasnya.
ULP PLN Menggala juga mengeluarkan himbauan tentang keselamatan kelistrikan agar masyarakat tidak menanam pohon di bawah jaringan PLN, memberikan ijin kepada petugas untuk memangkas/menebang pohon yang dekat dengan jaringan dan tidak bermain layang-layang di dekat jaringan PLN. (tri)






