R. Ahmad Matin Tutup Usia 86 Tahu, Jejak Pengabdian dari SMAN Kotagajah hingga Puncak Birokrasi Pendidikan Lampung Tengah
LAMPUNG TENGAH — Sabtu dini hari, pukul 03.30 WIB, menjadi waktu berpisah bagi dunia pendidikan dan Muhammadiyah di Lampung Tengah. R. Ahmad Matin, sosok yang mengabdikan sebagian besar perjalanan hidupnya untuk pendidikan dan persyarikatan, mengembuskan napas terakhir di RSUAM dalam usia 86 tahun.
Kepergiannya bukan sekadar kabar duka bagi keluarga dan kerabat. Bagi mereka yang mengenal perjalanan pengabdiannya, berpulangnya Ahmad Matin menjadi penanda berakhirnya satu babak perjalanan seorang pendidik yang pernah berdiri di garis depan pendidikan menengah hingga dipercaya memimpin birokrasi pendidikan di tingkat kabupaten.
Namanya pernah tercatat sebagai Kepala SMAN Kotagajah pada awal 1990-an. Dari lingkungan sekolah, pengabdiannya kemudian berlanjut ke lingkup yang lebih luas ketika ia dipercaya menjabat Kepala Kantor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) Kabupaten Lampung Tengah pada pertengahan 1990-an.
Dua amanah itu menggambarkan perjalanan kariernya di dunia pendidikan. Dari sekolah, tempat masa depan generasi muda ditempa, hingga kantor pendidikan kabupaten, tempat kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan dikelola, Ahmad Matin menjalani peran yang menempatkannya sebagai bagian dari perjalanan pendidikan Lampung Tengah.
### Mengabdi Melampaui Ruang Kelas
Pengabdian seorang pendidik tidak selalu berhenti ketika ia meninggalkan ruang kelas atau menyelesaikan tugas kedinasan. Dalam perjalanan Ahmad Matin, keterlibatan di dunia pendidikan berjalan beriringan dengan kiprahnya dalam kehidupan bermasyarakat.
Di luar tugas formalnya, almarhum juga aktif dalam persyarikatan Muhammadiyah di Lampung Tengah. Ia tercatat menjadi bagian dari kepengurusan Muhammadiyah pada masa kepemimpinan HM Kasiro.
Keterlibatan tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan hidupnya tidak hanya bersentuhan dengan urusan administrasi pendidikan, tetapi juga dengan organisasi kemasyarakatan yang menjadi ruang pengabdian di luar kedinasan.
Di tengah masyarakat, sosok-sosok yang pernah memegang tanggung jawab pendidikan dan organisasi memiliki tempat tersendiri dalam ingatan kolektif. Mereka menjadi bagian dari perjalanan sebuah daerah, melalui tugas, tanggung jawab, serta keterlibatan dalam kehidupan sosial.
Ahmad Matin pun meninggalkan jejak perjalanan yang menghubungkan dua ruang pengabdian: pendidikan formal dan persyarikatan.
### Jejak yang Ditinggalkan
Usia 86 tahun menjadi penutup perjalanan hidup Ahmad Matin. Namun, pengabdian yang pernah dijalaninya tetap menjadi bagian dari catatan perjalanan pendidikan dan Muhammadiyah di Lampung Tengah.
Bagi keluarga, kepergiannya tentu meninggalkan ruang kehilangan yang tidak mudah tergantikan. Bagi kerabat dan orang-orang yang pernah berinteraksi dengannya, kenangan tentang almarhum akan melekat bersama perjalanan hidup yang telah dilaluinya.
Sementara bagi generasi penerus, kisah pengabdian tokoh pendidikan seperti Ahmad Matin menjadi pengingat bahwa membangun masa depan tidak hanya membutuhkan kecakapan, tetapi juga kesediaan untuk memikul amanah dan menjalankan tanggung jawab.
Dunia pendidikan terus bergerak, generasi berganti, dan tantangan zaman berubah. Namun, perjalanan orang-orang yang pernah mengambil bagian dalam membangun pendidikan tetap layak dicatat sebagai bagian dari sejarah daerah.
Kini, R. Ahmad Matin telah berpulang. Tugas-tugas yang pernah diembannya telah menjadi bagian dari masa lalu, tetapi namanya tetap tercatat dalam perjalanan pengabdian pendidikan dan Muhammadiyah di Lampung Tengah.
Selamat jalan, sang pendidik. Semoga segala amal ibadah dan pengabdian almarhum diterima Allah SWT, segala khilaf diampuni, kuburnya dilapangkan, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan.
Catatan redaksi: Feature ini disusun berdasarkan bahan yang tersedia. Untuk memperkuat sisi human interest sebagai headline halaman satu, redaksi dapat menambahkan kenangan keluarga, kesaksian mantan murid atau rekan kerja, serta riwayat pendidikan dan tanggal lahir almarhum apabila tersedia. (*).






