Demokrat Sayangkan Sikap Rektor Unila Kekeh Laksanakan KKN

Bandarlampung – Ramainya pemberitaan tentang Mahasiswa Unila yang akan melaksanakan KKN dimasa pandemi Covid 19 ini menuai komentar beragam dari berbagai kalangan.

Deputi Badan Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (BPPM) DPP Partai Demokrat turut mengomentari kebijakan Universitas yang tetap mewajibkan 4.300 mahasiswanya untuk melaksanakan KKN tatap muka pada tanggal 26 Januari mendatang.

Deputi BPPM DPP Partai Demokrat, Ilham Mendrofa sangat menyayangkan sikap Rektor Unila yang sampai saat ini masih keukeuh meminta 4.300 mahasiswa Unila untuk menjalankan KKN secara tatap muka.

“Sementara kita semua tahu persis jika sampai saat ini pemerintah sedang gencar – gencarnya menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan mobilitas kegiatan yang tidak produktif dan mengurangi segala bentuk kerumunan,” ungkap Ilham dalam siaran pers yang diterima wartawan, Kamis (21/1).

Dijelaskannya, KKN adalah satu bentuk pengabdian mahasiswa di daerah penepatan yang ditunjuk Kampus, dimana di daerah tersebut akan banyak kegiatan pengabdian yang berinteraksi dengan banyak warga.

“Wajar jika masyarakat dan mahasiswa takut akan terbentuk cluster baru penularan Covid 19 akibat KKN mahasiswa Unila, ditambah lagi Provinsi Lampung sudah banyak Kabupaten/Kotanya yang sudah ditetapkan menjadi Zona Merah Covid 19, Rektor kan juga pernah terlena Covid 19,” ungkapnya lagi.

Menurutnya, Unila seyogyanya mengakomodir seluruh masukan mahasiswa, mempertimbangkan masukan satgas covid Provinsi Lampung atau mencontoh Kampus lain yang sukses melaksanakan KKN Online.

“Bukannya pandemi ini bisa menjadi ajang kreatifitas Kampus untuk mengelaborasi sistem pendidikan berbasis pandemi yang tidak mengurangi nilai pengabdian dari KKN misalnya,” paparnya.

Dikatakannya, masukan dan kiritikan tersebut tidak menyampingkan pendidikan, tapi lebih memprioritaskan kesehatan seluruhasyarakat saat ini.

“Kampus tidak boleh memberikan edukasi yang ambigu yang justru membuat bingung masyarakat dan orang tua 4.300 mahasiswa tersebut, kami berharap Unila dapat mempertimbangkan masukan masukan seluruh elemen masyarakat, internal kampus atau eksternal kampus,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui persoalan KKN ini tengah ramai diperbincangkan di Media sosial Twitter terkait rencana Universitas Lampung (Unila) yang akan menggelar kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tatap muka mulai 26 Januari 2021.

Warganet pun beramai-ramai menentang kebijakan Unila tersebut. Ini mengingat kasus Covid-19 di Lampung terus meroket dan Kabupaten/Kota Provinsi Lampung banyak yang sudah ditetapkan menjadi Zona Merah Covid 19. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *