PRINGSEWU – Jika Kepala Pekon mempunyai skill, kemampuan dan keahlian SDM yang mempuni, maka penggunaan Dana Desa bisa tepat sasaran dan efektif dalam membangun desa.
Demikian disampaikan oleh Sekretaris Daerah Pringsewu, Heri Iswayudi saat memberikan pengarahan kepada kepala pekon dan aparatur pekon se – Kecamatan Gadingrejo yang digelar di Gedung Serba Guna kecamatan setempat Selasa (26/1). Menurutnya, banyak Kepala Desa yang masuk penjara itu dikarenakan, tidak paham dan tidak bisa mengelola anggaran Dana Desa yang dikucurkan pemerintah sesuai peruntukannya.”Mulai dari sekarang perlu adanya persiapan dalam perencanaan pengelolaan dana desa. Mulai dari kualifikasi skill dan manajemen maupun kemampuan mengelola Dana Desa dengan tepat sasaran dan tepat guna. Sehingga apa yang diharapkan masyarakat sesuai dengan yang diharapkan,” Katanya.
Heri menjelaskan, betapa pentingnya pengelolaan Dana Desa yang baik dan transparan, dengan melibatkan seluruh elemen dan lapisan masyarakat. Sehingga, dengan begitu permasalahan hukum dikemudian hari tidak akan muncul.
Lebih lanjut Heri Iswahyudi menyoroti tentang pentingnya penagulangan Stunting di Kabupaten Pringsewu. Pasalnya, masalah ini juga menjadi titik fokus penagulangan Stunting di Indonesia diharapkan dalam penyusunan RKP dan APBDes Tahun Anggaran 2021 dapat mengkaper 7 paket layanan tersebut.”Kegiatan hari Ini merupakan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan di sembilan kecamatan di Pringsewu, bersama Dari unsur Dinas PMD, Inspektorat, Pendamping Lokal Desa, Pendamping Desa dan Tenaga Ahli P3MD kabupaten Pringsewu,” ujarnya. (top)






