Suoh dan Pagardewa Nol Kasus
Lampung Barat, Koran Editoronline.co.id – Data laporan berdasarkan buku pedoman Kementerian Kesehatan, dari tanggal 8 Maret 2020 sampai 7 Februari 2021, total kasus positif Coronavirus Deases 2019 (Covid-19) di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) sebanyak 320 orang yang tersebar di 13 Kecamatan.
Berturut-turut Kecamatan Balikbukit, Waytenong dan Kecamatan Belalau menjadi terbanyak 1,2 dan 3 dalam perhitungan jumlah pasien Covid-19 di Lambar.
Kecamatan Balikbukit total jumlah kasus sebanyak 122 orang, Kecamatan Waytenong 36 kasus, dan Kecamatan Belalau 33 kasus.
Sementara itu, dua Kecamatan yaitu Suoh dan Pagardewa Nol kasus. Berikut data terbanyak hingga nol jumlah positif Covid-19 disetiap kecamatannya.
1. Kecamatan Balikbukit 122 kasus, 112 selesai isolasi, 3 meninggal
2. Kecamatan Waytenong 36 kasus, 27 selesai isolasi, 3 meninggal
3. Kecamatan Belalau 33 kasus, 31 selesai isolasi
4. Kecamatan Sumberjaya 29 kasus, 28 selesai isolasi
5. Kecamatan Sukau 27 kasus, 16 selesai isolasi, 1 meningal
6. Kecamatan Kebuntebu 20 kasus, 16 selesai isolasi
7. Kecamatan Batubrak 13 kasus, 11 selesai isolasi, 1 meninggal
8. Kecamatan Sekincau 12 kasus, 10 selesai isolasi, 2 meninggal
9. Kecamatan Lumbokseminung 10 kasus, 7 selesai isolasi
10. Kecamatan Batuketulis 9 kasus, 9 selesai isolasi
11. Kecamatan Airhitam 4 kasus, 3 selesai isolasi, 1 meninggal
12. Kecamatan Gedungsurian 3 kasus, 3 selesai isolasi
13. Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS) 2 kasus, 2 selesai isolasi
14. Kecamatan Suoh tidak ada kasus
15. Kecamatan Pagardewa tidak ada kasus
Untuk diketahui, hingga akhir Desember 2020 kasus positif Coronavirus Deases 2019 (Covid-19) di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) sebanyak 73 orang. Selama tahun 2021 terjadi penambahan sebanyak 247 orang dari total 320 kasus hingga 7 Februari 2021.
Lonjakan penambahan kasus positif tersebut, mengakibatkan perubahan status Zonasi Covid-19 di Kabupaten Lampung Barat menjadi Zona Merah pada tanggal 18 Januari 2021 dengan total jumlah kasus sebanyak 115 orang.
Lalu, seminggu setelahnya status Zonasi Covid-19 untuk Lampung Barat berubah dari Zona Merah menjadi Zona Orange pada tanggal 25 Januari 2021.
Namun terjadi penambahan sebanyak 84 kasus sejak ditetapkan sebagai daerah Zona Merah Covid-19, dengan total jumlah kasus sebanyak 199 orang.
Dan sejak ditetapkan menjadi daerah Zona Orange, terjadi penambahan kasus di Lampung Barat sebanyak 121 orang hingga 7 Februari 2021.
Kini total kasus terkonfirmasi Covid-19 di Lampung Barat menjadi 320 orang, rinciannya 11 kasus kematian, 34 sedang menjalani isolasi dan 275 lainnya sudah sembuh atau dinyatakan sehat dan telah beraktivitas seperti biasa.
Beberapa Hari Berturut-turut Terus Bertambah, Kasus Covid-19 di Lambar Hari ini Nihil
Akhirnya kasus positif Coronavirus Deases 2019 (Covid-19) di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) hari ini nihil, setelah beberapa hari sebelumnya secara berturut-turut terus bertambah, hingga total kasus menjadi 320 orang, 11 diantaranya meninggal dunia per 7 Februari 2021.
Hanya saja tanda-tanda akan berakhir pandemi Covid-19 tersebut belum ada, hal ini terlihat masih banyaknya pasien yang masih menjalani isolasi, serta masih memungkinkan terjadi penambahan dari hasil tracing pada terkonfirmasi Covid-19 sebelumnya.
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Lambar Bidang Komunikasi Publik Erna Yanti, S.Farm, Apt, MPH, mengatakan, sebagai langkah antisipasi, pihaknya terus menelusuri orang-orang yang pernah kontak dengan pasien terkonfirmasi sebelumnya guna memastikan kesehatannya.
“Walaupun tidak ada penambahan kasus, masyarakat masih harus tetap waspada dan menjaga diri juga keluarga. Karena kemungkinan menyebarnya virus ini masih ada. Jadi tetap patuhi dan taati protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah,” ujar Erna, Senin (8/2).
Lalu dijelaskannya, masyarakat menjadi kunci utama untuk menghentikan penyebaran virus Covid-19, asalkan mau menjalankan protokol kesehatan.
“Sekarang masyarakat bukan lagi harus mematuhi protokol kesehatan 3M, melainkan sudah 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” tuturnya.
“Jika masyarakat mau dan sadar untuk melaksanakannya, mudah-mudahan penyebaran Covid-19 bisa kita hentikan. Masyarakat harus percaya itu,” tukas dia menjelaskan. (AI)






