Lampung Barat, Editoronline.co.id – Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung, Mulyadi mengungkap Lampung Barat masih mempunyai banyak pekerjaan rumah, diantaranya angka kemiskinan.
Hal itu diungkapkannya saat memberikan kata sambutan pada pelaksanaan Musrenbang Kabupaten Lampung Barat (Lambar) RKPD 2022, di Lapangan Pemkab Lambar, Rabu (17/3).
Dirinya mengungkapkan, pemerintah Kabupaten Lampung Barat harus merencanakan suatu gebrakan besar untuk membangun grand desain dalam peningkatan pendapatan masyarakat.
“Pemkab Lambar harus komitmen bagaimana membangun grand desain peningkatan pendapatan masyarakat, karena Lambar ini 23 juta Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita. Ini paling rendah se-Provinsi Lampung, jadi bagaimana caranya agar meningkatkan penguatan kepada hilirisasinya,” ungkap Mulyadi.
Menurutnya, apa yang dilakukan Pemkab Lambar dari aspek pembangunan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan untuk penguatan ekonomi secara inovatif sudah tepat.
Namun, akibat adanya pandemi Covid-19, indeks perekonomian di Lampung Barat turun hingga menyentuh angka minus 1,14 persen.
“Akibat Covid-19, indeks perekonomian turun sebesar -1,14 di Lampung Barat. Lambar itu zona perkebunan. Potensi lahan harus dimaksimalkan dengan penggunaan anggaran secara efektif dan tepat sasaran. saran kami jangan main diluar zona tersebut,” terangnya menjelaskan.
Kemudian, dirinya juga menyinggung jika angka tingkat kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab Lambar.
Dikatakannya, Pemkab Lambar harus membudayakan masyarakat untuk dapat hidup mandiri. Sehingga keperluan-keperluan rumah tidak perlu banyak mengeluarkan biaya.
“Seperti yang terjadi di Kabupaten Mesuji, mereka menyumbang angka kemiskinan terendah di Provinsi Lampung. Karena mereka masyarakat nya mandiri. Keperluan rumahan seperti pangan diadakan sendiri, sehingga hemat, tidak banyak mengeluarkan biaya. Ini harus dibudayakan di Lambar,” tutur Mulyadi.
Dirinya melanjutkan, angka kemiskinan di Lambar pada dasarnya memang besar, saat ini memang ada progres pengurangan. Namun, bantuan-bantuan sosial yang ada harus dilaksanakan secara tepat sasaran, sehingga pengurangan kemiskinan dapat dilakukan dengan efektif dan maksimal.
“Karena dasarnya angka kemiskinan di Lambar memang besar, tapi ada peningkatan pengurangan. Saat ini yang tercatat oleh BPS, ada sejumlah kemiskinan, yaitu kemiskinan makro sebesar 12,6 persen dan mikro 29 persen. Ini masih menjadi PR. Untuk itu, bantuan-bantuan seperti PKH, BST, BPNT dan bantuan sosial lainnya harus tepat sasaran, sehingga bisa mengurangi kemiskinan secara tepat dan efektif,” tegasnya. (AI)






