Way Kanan– Lapangan Futsal di Kampung Bumi Merapi Kecamatan Baradatu Yang dibangun dari Anggaran Dana Desa Tahun 2017/2018 saat ini kondisinya sangat terbengkalai, hancur dan tidak layak di sebut Lapangan Futsal.
Lapangan bernilai Rp.300 Juta itu
kondisinya kini sangat kumuh, Rangka bajanya dan atap sudah rubuh dan fasilitas di dalam lapangan futsal ini tidak memadai selayaknya sebuah lapangan futsal .

Menurut warga disana yang bernama DE mengatakan bahwa lapangan futsal ini sempat digunakan beberapa saat setelah diresmikan setelah itu tidak dipakai dikarenakan penerangan lampu mati.
” Selain itu lapangan futsal rangka baja nya roboh diakibatkan oleh angin dan material rangka bajanya di bawa pulang oleh oknum kepala Kampung Bumi Merapi ” Ujar DE.

Bahkan sangat miris lagi lapangan itu sekarang dipakai buat jemur padi, dan kesan kumuh nampak.di sana sini.
Selain itu diperoleh keterangan dari Mantan Aparat Kampung Bumi Merapi yang namanya minta si rahasiakan, mengatakan bahwa dirinya sudah mengingatkan Kepala Kampung bahwa manfaat dibangun nya gedung futsal belum tepat untuk masyarakat.
” makanya saya mengundurkan diri , karena kepala Kampung masih tetap.membangun lapangan futsal ini.” Tambah Nara sumber.
Selain itu dengan bobroknya bangunan dan fasilitas lapangan Futsal di duga pekerjaan ini di markup nilai nya , sehingga patut di duga ada nilai kerugian Negara dalam pengerjaannya yang terlihat dengan roboh nya kerangka baja dan beberapa fasilitas lainnya tidak mendukung sebagai mana lapangan futsal.
Banyak Masyarakat disana meminta agar Inspektorat Way kanan untuk turun ke lapangan melihat langsung pekerjaan lapangan futsal yang diduga pekerjaan tidak bagus , sehingga ada dugaan korupsi dalam pembangunan nya terindikasi ada kerugian Negara.
.Sampai berita ini dirilis, Kakam di Sana belum berhasil dihubungi. (rls/Awpi)






