MESUJI-Dua desa di kabupaten Mesuji k,masing-masing Desa Sidang Iso Mukti Kecamatan Raw jitu Utara dan desa Sumber Makmur Kecamatan Mesuji Timur,sepertinya sengaja menelantarkan mesuji penyuling air asin agar layak kosumsi atau biasa di sebut mesin Reverse Osmosis(RO),padahal mesin tersebut dapat dimanfaatkan oleh warga dua desa untuk menjadikan air asin di kecamatan tersebut dapat di konsumsi masyarakat.
Parahnya lagi mesin senilai puluhan juta ini yang dipinjamkan oleh Bandan Penangulangan Bencana Daerah(BPBD) Mesuji beberapa waktu lalu tersebut dibiarkan di tanah lapang tampa perlindungan.
Hal diketahui saat Tim BPBD yang dipimpin Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Mesuji Sunardi yang didampingi Camat Rju Samijo turun ke lapangan didesa Sidang Iso mukti,kamis(10/06).
Melihat fakta dilapangan Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik dari BPBD Mesuji Ismail Fatoni geram dan kecewa dengan pihak desa karena tidak mengindahkan peringatan yang sudah disampaikan sebelumnya.Harusnya mesin yang sudah dipinjam dari BPBD dimanfaatkan dengan baik karena mesin itu mahal dan manfaatnya banyak untuk masyarakat.
“Ya ini mau masuk musim kemarau dan didesa Iso mukti ada mesin RO yang kapasitasnya bagus bias menyuling air asin menjadi tawar 8000 liter perhari,” sesalnya.
Hal yang sama juga dipertegas oleh Darul Bufferzone ST selaku Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi dari BPBD bahwa sebelumnya kepala desa Iso mukti dan Sumber makmur sudah menyatakan kesanggupannya untuk segera memanfaatkan mesin RO tersebut tetapi nyatanya belum dimanfaatkan.
“Ya mereka seharusnya ngomong kalau tidak mau atau tidak sanggup,karena sebelumnya kita sudah memberi peringatan untuk segera memanfaatkan mesin itu,karena jika tidak sanggup masih banyak desa yang lain yang mau untuk mengelola dan memanfaatkan mesin RO itu,” imbuhnya.
Jumiran Kepala desa Sidang Isomukti mengaku belum memanfaatkan mesin itu karena kendalanya dilokasi pamsimas mesin RO dipasang belum ada meteran listriknya.”Saya minta waktu sebulan pak mesin RO ini akan segera kita gunakan,”janjinya yang diperkuat dengan surat pernyataan.
Yang lebih parah lagi Mesin RO yang berada di desa Sumber Makmur selain tidak dimanfaatkan dibiarkan mangkrak bahkan rumah ditempat mesin disimpan dibiarkan bongkor sementara meain diesel 40 PK dibiarkan diluar tanpa ditutup sampai tertutup rumput,jika dibiarkan lebih lama bisa dipastikan mesin itu akan rusak terkena hujan dan panas tanpa pelindung belum lagi jika ada orang yang usil dan jail.
Yang lebih parah lagi saat dikunjungi dilokasi Mesin RO berada Joko Wiryanto kepala desa Sumber makmur meski sudah ditelpone oleh pihak BPBD hingga menjelang Magrib enggan menemui Tim BPBD bahkan saat ditelpon kembali berkali-kali meski handphone dalam keadaan aktif Joko tidak mau mengangkat.
Sementara saat dikonfirmasi Media ini Kepala desa Sumber Makmur Joko Wiryanto mengaku sedang berada dikebun didesa sebelah.Bahkan dia mengaku saat di telpon Kabid BPBD tidak jelas maksudnya.Terkait Mesin RO dia mengaku akan memanfaatkan kembali setelah ada modal dari Tanah R desa yang akan disewakan.
“Macet karena modal habis dan rencana akan kita gunakan lagi menunggu uang sewa tanah R masuk,” kilahnya.(apr)






