Taufik Basari Minta Gubernur Komunikasi Intensif dengan Pusat

Bandarlampung – Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem Taufik Basari meminta kepada Gubernur Lampung Arinal Djunaidi untuk melakukan komunikasi intensif dengan pemerintah pusat terkait pelaksanaan Vaksinasi di Sai Bumi Ruwa Jurai.

Pasalnya, Ketua Fraksi Nasdem untuk MPR RI ini berharap Provinsi Lampung bisa menjadi daerah prioritas dalam pendistribusian vaksin Covid-19 dari pemerintah pusat, setalah Jawa dan Bali.

“Kita berharap pemerintah provinsi Lampung, dalam hal ini Gubernur Lampung melakukan komunikasi intensif dengan pemerintah pusat, karena sebagai penanggung jawab dan pelaksanaan vaksinasi tentunya yang harus aktif melakukan komunikasi itu adalah gubernur,” terangnya saat diwawancarai usai mengunjungi Puskesmas Kedaton Bandarlampung, Jumat (30/7).

Dikatakannya, Provinsi Lampung merupakan daerah yang punya potensi kerawanan cukup tinggi dalam penyebaran Covid-19. Karena, kata dia, Lampung merupakan penghubung antara Jawa dan Sumatera. “Sehingga potensi-potensi dan kerawanan di Provinsi Lampung ini sangat tinggi,” kata dia.

Untuk itu, senator asal Lampung ini akan mengupayakan bagaimana caranya agar Provinsi Lampung menjadi prioritas dalam penyaluran dan pelaksanan vaksin. “Tentunya kita juga akan sampaikan ke pemerintah pusat, bagaimana kondisi di Lampung saat ini. Dan pada akhirnya pemerintah pusat akan memberikan perhatian kepada Lampung agar bisa menjadi prioritas,” harapnya.

Lebih lanjut, Ketua DPW Partai Nasdem Lampung ini meminta kepada pemerintah provinsi Lampung untuk memberikan informasi secara lengkap kepada publik terkait pelaksanaan Vaksinasi sejauh ini.

Karena, kata dia, Provinsi Lampung menjadi salah satu provinsi yang termasuk rendah pelaksanaan Vaksinasinya. “Ini warga berhak untuk tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dan dari penyampaian informasi itu baru lah kita akan bisa menilai masalahnya ada dimana. Apakah soal distribusi atau ada soal lain,” kata dia.

Sebelumnya, Provinsi Lampung tampaknya bukan menjadi salah satu daerah prioritas pemerintah dalam penyaluran vaksin Covid-19. Buktinya, dari 14 juta dosis Vaksin Covid-19 yang sudah ada, Lampung hanya mendapat 8 persen.

Hal itu cukup memprihatinkan dengan kondisi saat ini. Dimana 7 dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung sudah memasuki zona merah.

Hal itu pun diamini oleh Anggota DPR RI dapil Lampung, Komang Koheri. Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini mengatakan pemerintah pusat tidak ada skala prioritas dalam penyaluran vaksin.

“Tapi ada daerah pengecualian. Seperti daerah tujuan wisata dan beberapa daerah yang angka Covid-19 nya meningkat tajam,” ujarnya, Rabu (28/7).

Disampaikannya, untuk saat ini Provinsi Lampung baru mendapat 8 persen dari 14 juta dosis vaksin Covid-19. “Dan ini perhitungannya udah dari kemarin-kemarin, bukan yang sekarang. Dan vaksin ini sudah berjalan lima bulan. Dan pada saat itu Lampung belum masuk zona merah seperti saat ini,” kata dia.

Dirinya juga mengaku prihatin dengan kondisi Lampung saat ini, dimana terdapat 7 kabupaten/kota yang masuk zona merah. Untuk itu, dirinya mengajak kepada 20 anggota DPR RI dapil Lampung untuk memperjuangkan agar Lampung menjadi prioritas dalam penyaluran vaksin Covid-19. “Minimal bisa sama lah dengan daerah lainnya,” ucapnya.

Teruntuk Gubernur Lampung, dirinya meminta kepada Gubernur untuk lebih intens berkoordinasi dengan pemerintah pusat, baik dengan pimpinan DPR, Kemenkes, ataupun presiden.

“Ini agar aspirasinya sampe terdengar ke pemerintah pusat. Tapi pada prinsipnya kita 20 anggota DPR RI dapil Lampung juga turut berjuang agar Lampung bisa jadi prioritas,” jelasnya.

Kendati demikian, dirinya mengapresiasi Pemprov Lampung dalam pelaksanaan vaksin Covid-19 yang dinilai berjalan sangat baik.

“Vaksin sangat baik. Saya sudah koordinasi dengan pak sekda bahwa kalau untuk masalah pelayanan semua siap dari rumah sakit, puskes, TNI polri semua siap. Namun Sekarang masalahnya vaksin ini mengalami kekurangan Karena kosong,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana menyampaikan, saat ini Provinsi Lampung baru menerima 1.103.560 dosis vaksin. Sementara kebutuhan vaksin untuk Provinsi Lampung mencapai 14.619.497 dosis.

Disampaikannya, Provinsi Lampung ini penduduknya yang harus divaksin ada sejumlah 6.645.226 orang. Dimana, kata dia, 1 orang itu harus mendapat 2 kali vaksinasi dan ada 10% untuk tambahannya jika belum terdaftar.

“Jadi dosis yang kita perlukan untuk vaksinasi di provinsi Lampung ini sejumlah 14.619.497 dosis. Dan sampai saat ini provinsi Lampung baru mendapatkan distribusi dropping daripada vaksin dari Kementerian Kesehatan berjumlah baru 1.103.560 dosis dalam arti kekurangan vaksin di Provinsi Lampung sejumlah 13.515.937 dosis,” terangnya.

Lanjutnya, Dinas Kesehatan melakukan vaksinasi sesuai juga dengan apa dan jumlah vaksin yang dierima. “Jadi kita baru menerima satu juta dosis vaksin dan masih banyak sekali kekurangan kita,” ucapnya.

Namun demikian, lanjut dia, Gubernur Lampung sudah bersurat secara resmi Kepada Menko dan ditembuskan kepada Menteri Kesehatan juga dan menteri BUMN dan yang terakhir surat kepada menku Marvel’s untuk meminta percepatan distribusi vaksin dari pusat agar bekerja maksimal.

“Dengan dosis yang dikirimkan tentu saja kita berharap secara bertahap bisa memenuhi target kita sejumlah 6 juta orang,” kata dia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *