Bandarlampung – Kabar kepindahan politisi senior Herman HN dari PDI Perjuangan ke Partai Nasdem mendapat pandangan sejumlah pengamat. Ada yang menilai kepindahan itu menjadi bencana bagi PDI Perjuangan dan keuntungan besar bagi Partai NasDem. Namun ada juga yang menilai hal itu biasa saja dalam dunia perpolitikan.
Akademisi Unila, Dedy Hermawan menilai, apabila kabar kepindahan Herman HN ini benar, tentu menjadi bencana bagi PDIP dan keuntungan besar bagi Nasdem.
Karena, kata dia, sosok Herman HN adalaha tokoh besar di Provinsi Lampung, baik tokoh sosial dan politik. “Ketokohan ini yang memberi kontribusi besar bagi parpol, seperti PDIP. Apa yang menyebabkan kepindahannya? Menurut Dedy, tentu pak Herman HN sendiri yang tahu,” ujarnya, Selasa (5/10).
Kendati demikian, menurutnya, ada beberapa penyebab terjadinya perpindahan seseorang dari satu parpol ke parpol lainnya. Seperti, sudah tidak ada kesamaan visi, adanya friksi dalam, parpol lama terlalu sempit bagi agenda besar sang tokoh, dan lainnya.
“Andai kepindahan ini benar, maka parpol lama akan berpotensi drop secara elektabilitas, dan parpol baru akan diuntungkan popularitas dan elektabiltasnya. karena semua orang tahu bahwa pak Herman HN tokoh yang populer, elektabiltas tinggi, memiliki jaringan yang luar dan massa yang besar,” jelasnya.
Senada juga disampaikan akademisi Unila lainnya, Darmawan Purba. Dirinya menilai kabar kepindahan Herman HN ini adalah berkah politik bagi Partai Nasdem.
“Karena kenapa ada konteks Pak Herman HN tentu dengan berpindahnya beliau dari PDIP ke Partai Nasdem maka ada sumber daya yang berpindah dan sangat signifikan,” ungkapnya.
Dirinya juga menilai, kepindahan Herman HN dari PDIP ke Partai Nasdem bahkan memimpin partai besutan Surya Paloh itu.
“Pak Pak Herman adalah sosok politisi senior yang yang sudah banyak pengalaman, Namun demikian jika ingin sampai pada posisi top leader di PDIP Provinsi Lampung tentu kondisinya tidak mudah karena ada banyak elit-elit di PDIP Lampung,” kata dia.
Menurutnya, terkait motif politik kepindahan dari PDIP tentu dalam rangka melanjutkan karir politiknya. Selain itu, bisa saja salah satunya dalam rangka persiapan mesin partai untuk pencalonan Gubernur Lampung tahun 2024. Atau setidaknya melanjutkan karir politik beliau ke tingkat nasional seperti DPR RI mungkin
“Karena, selama ini partai politik serta secara umum bentukannya partai elite, di mana tumbuh atau berkembangnya partai politik lebih dipengaruhi faktor ketokohan,” jelasnya.
Senada juga disampaikan pengamat Unila lainnya, Bendi Juantara. Menurutnya, terkait dinamika politik atas perpindahan Herman HN sebagai kader PDI Perjuangan menjadi bagian dari partai nasdem adalah sesuatu yang seringkali terjadi pada potret kehidupan partai politik di Indonesia.
“Dalam kacamata pelembagaan partai politik, munculnya perpindahan kader dari partai satu ke partai lain adalah masalah serius terutama mengganggu stabilitas partai politik yang ditinggalkan,” kata dia.
Bagi PDI Perjuangan, kata dia, hilangnya kader yang memiliki popularitas (basis sosial pendukung) dan jejaring (linkage) yang kuat seperti Herman HN jelas akan mempengaruhi kondisi stabilitas pengakaran partai hingga akar rumput.
“Apalagi jika perpindahan Herman HN diawali dengan kondisi konflik politik dalam tubuh partai maka akan semakin menurunkan kekuatan PDI Perjuangan itu sendiri terutama mundurnya para loyalis Herman HN dari tubuh PDI Perjuangan,” ungkapnya.
Sedangkan munculnya Herman HN jelas akan membawa perubahan yang besar bagi partai Nasdem. Setidaknya perubahan tersebut dapat dilihat dari beberapa hal: pertama, terjadinya Pergeseran dukungan elektoral apalagi jika Herman HN dijadikan pemimpin Nasdem di Lampung.
Kedua, Kekuatan dan sumberdaya personal akan membuat Nasdem semakin kuat. Ketiga, apalagi jika Herman HN memiliki program kegiatan yang dapat mengikat basis konstituen agar semakin loyal.
“Sayangnya keberadaan Herman HN Justru tidak selalu membawa dampak baik bagi Nasdem, Keberadaan beliau jelas dapat merusak system kaderisasi pada tubuh partai Nasdem, pada akhirnya bisa memicu faksi-faksi baru yang jika tidak dijaga komunikasinya akan membawa dampak buruk bagi partai,” jelasnya.
Sementara itu, penguatan politik Unila lainnya, Yusdianto menilai tidak ada yang diuntungkan atau dirugikan terkait kabar kepindahan Herman HN dari PDIP ke Nasdem.
Karena, kata dia, hal itu bukan untung rugi. Karena semua sifat dan fungsi partai sama yaitu: pendidikan poltik, penciptaan iklim yang kondusif bagi persatuan dan kesatuan untuk kesejahteraan masyarakat, sarana penyerap, penghimpun, dan penyalur aspirasi politik, sarana partisipasi politik, dan sarana sarana rekrutmen politik dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Untuk itu, kehadiran Herman HN dipanggung politik atau mengisi jabatan ketua partai untuk pengabdian seorang Herman HN kepada rakyat melalui jalur partai politik tidak ada hal yang lain,” ujarnya.
Dirinya juga menilai tidak ada yang melatar belakangi terkait kepindahan Herman HN dari PDIP ke Nasdem. “Hanya gestur beliau yang saya tangkap adalah beliau orang politik dan semua kalangan sudah mengakui bahwa beliau sudah sangat paripurna di bidang politik tentu lah beliau akan terus menerus mewakafkan dirinya untuk kepentingan masyarakat banyak terlebih bukannya untuk kota Bandarlampung tapi untuk Provinsi Lampung,” terangnya.
Selain itu, dirinya mengatakan peran partai politik saat ini dan mendatang akan semakin penting dalam
kehidupan bangsa Indonesia apalagi menghadapi pemilu bersama 2024.
Disamping itu, lanjut dia, Herman HN sudah paham betul melalui Partai Politik merupakan cermin kemerdekaan berserikat (freedom of association) dan berkumpul (freedom of assembly) sebagai perwujudan adanya kemerdekaan berfikir dan berpendapat (freedom of thought) serta kebebasan berekspresi (freedom of expression). “Maka untuk itu partai politik menjadi jalan tengah untuk terus menerus mengabdi kepada rakyat, bangsa dan negara,” tukasnya.
Sebelumnya, Orang dekat Herman HN, Rachmat Husein angkat bicara terkait kabar gabungnya mantan walikota Bandarlampung ke Partai Nasdem dan bakal menjadi ketua parpol tersebut. Menurut Koordinator KRLUPB hal itu sangatlah lumrah.
tenaga ahli dan staf khusus wali kota selama delapan tahun dalam periode wali kota Herman HN ini mengaku dirinya masih intens berkomunikasi dengan Ketua Satgas Cakra buana PDI Perjuangan Lampung itu.
“Saya dan beberapa teman memang masih intens komunikasi dengan pak Herman. Beliau juga bilang kalau saya mendapat kepercayaan memimpin partai politik masih mau ikutan nggak. Kira2 begitu,” kata dia, Senin (4/10).
Mantan caleg DPRD Kota Bandarlampung dari PDI Perjuangan ini juga menilai, cukup lumrah jika Herman HN memimpin salah satu partai politik di Provinsi Lampung.
Karena, kata dia, Herman HN adalah orang yang cukup ramah dan pernah menjabat walikota Bandarlampung.
“Poinnya pertama bahwa pak Herman HN sebagai orang yang cukup ramah dan beraktifitas politik dan pernah menjabat walikota tentu punya keinginan terjun di kancah politik sehingga nanti berkontribusi untuk Lampung ke depan. Saya kira kalau seandainya benar mimpin parpol saya anggap lumrah saja karena memang tempat WNI. Dalam proses politik elektoral tentu harus saja terjun ke parpol,” tukasnya.
Ketua Fraksi NasDem DPRD Provinsi Lampung, Siti Rahma mengaku belum mengetahui secara pasti bergabungnya Herman HN ke Partai Nasdem.
“Kalau sudah gabung atau belumnya Pak Herman HN ke Nasdem, saya belum tahu. Tapi yang jelas sampai saat ini Ketua DPW NasDem Lampung masih Kakak Taufik Basari,” ujarnya, Senin (4/10).
Senada juga disampaikan Ketua DPD Nasdem Lampung Utara, Imam Suhada. Anggota DPRD Provinsi Lampung ini mengaku belum mendapatkan informasi tersebut.
Kendati demikian, dirinya menyambut baik jika info Herman HN gabung ke Nasdem itu benar adanya. “Info dari mana? kita Belum dapet info tentang ini. Bila benar tentu menjadi sesuatu yang bernilai untuk besarnya partai. Dan aparatur dan kader partai harus menyambut baik keputusan DPP,” terangnya.
Namun, masih kata dia, hal tersebut kembali ke ranah DPP. “Kita wajib patuh apa yang dah di putuskan oleh DPP,” tukasnya.
Terpisah, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Yanuar Irawan mengaku belum mengetahui kebenaran Herman HN pindah dari PDI Perjuangan ke Nasdem.
“Pindah nasdem gimana. Saya belum dapat info kebetulan saya masih di papua,” kata dia. (Cah)






