Bandarlampung – Safari dakwah ustadz Bernard Abdul Jabbar hasil kerjasama Forum Anti Pemurtadan Provinsi Lampung dan Komisi Nasional Anti Pemurtadan berakhir pada hari Ahad 21 November 2021 tadi malam, bertempat di Pondok Pesantren Nururrohmah, Kalianda, Kab Lampung Selatan.
Sepanjang akhir pekan kemarin, ustadz Bernard Abdul Jabbar berkeliling menyambangi umat di beberapa lokasi di provinsi Lampung.
Dimulai hari Sabtu malam 20/11 bertempat di Masjid Baiturrohim, komplek Korpri Kec Sukarame Bandar Lampung. Dilanjutkan kajian Subuh di masjid besar Al Falaah, Waykandis, Bandar Lampung pada Subuh keesokan harinya. Lalu diteruskan dengan menghadiri undangan pengajian dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pringsewu Selatan pada Ahad pagi 21/11.
Tidak berhenti disitu saja. Bahkan pada siang harinya sang mantan misionaris juga berkeliling melihat dari dekat program Menjaga Akidah Umat di Kec Natar, Kab Lampung Selatan. Suatu daerah yang patut diduga telah terjadi kegiatan Kristenisasi diwilayahnya.
“Indikasinya bisa dilihat dengan telah berdirinya 2 Gereja berbeda di beberapa wilayah dusunnya, dimana pendirian gereja-gereja tersebut diduga menyalahi peraturan SKB 2 Menteri tahun 2006 terkait syarat dan tata cara pendirian rumah ibadah di wilayah Republik Indonesia,” ustadz Royan sebagai aktivis Islam Menjaga Akidah Umat di wilayah Kec Natar memberikan penjelasan.
“2 hari terakhir ini saya merasakan betapa umat Islam terutama di provinsi Lampung, begitu haus akan ilmu agama, mereka sangat merindukan hadir kembali di majelis-majelis ilmu yang banyak ditutup sejak pandemi Covid 19 serta mereka semua juga memiliki perhatian khusus terhadap isu serta potensi bahaya masalah pemurtadan di wilayahnya”, kata ustadz Bernard yang juga dikenal sebagai mantan sekjen Persaudaraan Alumni PA 212.
Kegiatan safari dakwah selama 1 pekan, ditutup dengan menghadiri pengajian akbar sekaligus perayaan Maulid Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam di Pondok Pesantren Nururrohmah, Kalianda, Kab Lampung Selatan pada Ahad 21/11 malam harinya.
“Sebagai tindak lanjut dari safari dakwah ini, in shaa Allah di bulan Desember, Komisi Nasional Anti Pemurtadan bekerjasama dengan Forum Anti Pemurtadan Provinsi Lampung menyelenggarakan pelatihan intensif selama 3 hari bagi para Da’i muda dari 15 Kab/Kota di provinsi Lampung agar mereka sebagai ujung tombak para Da’i Penjaga Akidah Umat di pelosok-pelosok daerah memiliki pengetahuan dan cara preventif serta langkah antisipatif terhadap upaya-upaya pemecah belah persatuan bangsa Indonesia yaitu kegiatan pemurtadan yang marak terjadi di pelosok-pelosok Lampung,” jelas Ustadz Royan dari Forum Anti Pemurtadan Provinsi Lampung. (*)






