BANDARLAMPUNG- Tim Kuasa Hukum LSM InfoSOS kembali mendatangi markas Polda Lampung, Senin 7 Maret 2022.
Tim Kuasa Hukum dari LBH Masa Perubahaan datang dipimpin Ketua Ali Sofyan datang untuk bekonsultasi sekaligus menanyakan progres tindaklanjut laporan di Polda Lampung terkait dugaan penyebaraan berita bohong yang dilakukan seorang mahasiswa berinisial FN ke Polda Lampung beberapa waktu lalu.
‘Kami datang ke sini tujuannya konsultasi sekaligus menanyakan progres laporan klien kami (LSM InfoSOS). Sampai sejauh mana, dan tentunya kami juga perlu menyampaikan sejumlah bahan-bahan dan informasi sebagai masukan buat penyidik,” kata Ali Sofyan, kepada awak media, Senin 7 Maret 2022
Dalam kesempatan itu kata Ali Sofyan pihkanya mendampingi LSM InfoSoS menyerahkan surat untuk beraudensi dengan Kapolda Lampung. “Kita juga tadi mendampingi klien kami untuk menyamapikan surat audiensi denga Kapolda,” tegasnya
Ali Sofyan berharap dan percaya penyidik Polda Lampung tetap profesional dan bisa segera menindaklanjuti laporan kliennya.
“Kita percaya dengan Polda Lampung, mereka akan bekerja profesional, semata-mata demi keadilan, dan kami sangat berharap kasus segera diproses, termasuk siapa saja mereka-mereka yang terlibat di dalam dugaan penyebaraan berita bohong itu,” paparnya.
Sebelumnya LSM InfoSOS resmi melaporkan Feni Ardilla ke Polda Lampung atas tuduhan menyebarkan berita bohong terkait pelecehaan yang dialaminya oleh anggota DPRD Lampung berinisial FS.
Laporan dilakukan Ketua Junaedi Farhan didampingi Sekretaris DPP LSM InfoSos Arista Trisnandi.
Feni dilaporkan ke Polda Lampung dengan nomor laporan STTLP/B225/II/2022/SPKT/Polda Lampung atas dugaan menyiarkan berita bohong, yang memicu keonaran di masyarakat.
Feni Ardilla awalnya mengaku dilecehkan oknum Wakil Ketua DPRD Lampung berinisial FS. Sedangkan teman prianya yang berada di cafe saat malam tersebut melapor ke polisi karena dipukul ajudan FS ke Polresta Bandar Lampung.
Berdasarkan rekaman pengakuan FN (22), petinggi partai di Lampung tersebut merangkul paksa dirinya di cafe Southbank Gastrobar Lampung, Kota Bandarlampung, pada Sabtu (5/2/2022) malam.
Sebelum dugaan peristiwa tersebut, kedua ajudannya lebih dulu diduga menarik paksa mahasiswi perguruan tinggi swasta tersebut ke meja FS.
Pasca pengakuannya viral dan dimuat di media-media online, FA melalui unggahan videonya, menyampaikan permohonan maaf, dan membatah peristiwa tersebut
Ia mengaku tidak pernah menjadi korban pelecehan siapapun. “Terkait pemberitaan, saya minta maaf dan saya tegaskan, tidak ada sangkut pautnya dengan FS. Peristiwa ini terjadi antara teman saya bernama Syahrial Yusuf dengan Romi,” kata Fani dalam video yang beredar, Kamis (17/2/2022).
Sayangnya pasca beredar video klarifikasi tersebut, publik kembali digegerkan munculnya rekaman suara Feni saat wawancara dengan beberapa wartawan di sebuah cafe di Pahoman.
Dalam rekaman tersebut Feni menceritakaan kronologis kasus dugaan pelecehan yang dialami kepada awak media. (*)






