Melalui Program Imbal Jasa Lingkungan, PLN Konsisten Lakukan Program Peduli Sungai

_PLN telah menginisiasi program kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) yang diberi nama Program Peduli Sungai (PPS) untuk ikut serta dalam skema Rewards for Environmental Services (RES) yang menjembatani tujuan rehabilitasi DAS Way Besai dan kebutuhan masyarakat hulu DAS Way Besai akan listrik_

*Lampung Barat -* PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Way Besai sebagai salah satu pembangkit EBT (Energi Baru Terbarukan) milik PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan Bandar Lampung, yang berlokasi di Kecamatan Sumber Jaya Kabupaten Lampung Barat. Saat ini PLTA Way Besai merupakan salah satu penyumbang daya terbesar untuk kelistrikan Sumatera Bagian Selatan, dengan kapasitas terpasang sebesar 2 x 45 MW.

Sebagai salah satu energi terbarukan, pengoperasian PLTA membutuhkan debit air yang cukup untuk dapat mengubah menjadi energi listrik. Semakin besar debit air semakin besar untuk menghasilkan tenaga listrik. Oleh karena itu, sedimentasi atau pengendapan yang mendangkalkan sungai menjadi permasalahan untuk menghasilkan daya listrik yang mumpuni.

Seperti diketahui, sebagian besar masyarakat di sekitar aliran sungai Way Besai bermata pencarian sebagai petani kopi. Pembukaan lahan kopi besar-besaran menyebabkan gundulnya lahan hijau, yang menyebabkan tingkat erosi tanah menjadi tinggi. Tingginya erosi akan menyebabkan tanah menjadi kurang subur karena unsur hara akan ikut terbawa air hujan sehingga produktifitas kopi akan berkurang. Erosi juga merupakan salah satu penyebab sedimentasi di aliran sungai Way Besai.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, PLN telah menginisiasi program kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) yang diberi nama Program Peduli Sungai (PPS) untuk ikut serta dalam skema Rewards for Environmental Services (RES) yang menjembatani tujuan rehabilitasi DAS Way Besai dan kebutuhan masyarakat hulu DAS Way Besai akan listrik.

Prinsipnya PLN menyediakan dana operasional Program Peduli Sungai dan sebagai imbal jasa lingkungan, PLN juga akan memberikan imbalan jasa/reward. Jenis dan besaran imbal jasa lingkungan disesuaikan dengan tingkat penurunan sedimen yang ditargetkan oleh PLN terhadap penyedia jasa lingkungan, yaitu peserta Program Peduli Sungai.

Program ini telah dilaksanakan sejak tahun 2017 dan berjalan sampai dengan sekarang. Program PEDAS Besai telah dilaksanakan selama empat tahap, dengan lokasi program pada Sub DAS (Daerah Aliran Sungai) yang berbeda-beda. PEDAS Besai I dilaksanakan di Sub DAS Way Ringkih, PEDAS Besai II dilaksanakan di Sub DAS Way Lirikan, PEDAS Besai III dilaksanakan di Sub DAS Way Petai, dan PEDAS Besai IV yang dilaksanakan saat ini berlokasi di Sub DAS Way Cengkaan.

Program Pedas Besai I di tahun 2017 telah berhasil menurunkan sedimentasi sebesar 47 persen dan membuat masyarakat di sekitar aliran sungai Way Besai semakin peduli dengan lingkungan. Hal ini pun terbukti bahwa program ini mendapatkan Penghargaan dari ICA AWARD tahun 2017

Tahun 2022 dilakukan Program PEDAS Besai IV melibatkan lahan seluas 40,75 hektare dengan program terdiri dari konservasi sipil teknis seperti penanaman rumput strip, penanaman pohon produktif, pembuatan rorak, pembuatan bronjong dan pemberian reward/penghargaan jika kelompok masyarakat berhasil melaksanakan konservasi lahan hingga realisasi mencapai lebih dari 50% lahan tandus.

Hasil dari monitoring dan evaluasi Tahun Pertama yang dilaksanakan secara bersama-sama antara pihak PLN dan pendamping menyatakan bahwa kelompok masyarakat dalam hal ini Forum Peduli DAS Cengkaan telah berhasil melaksanakan konservasi lahan dengan pencapaian hingga 76%, sehingga kelompok masyarakat tersebut berhak untuk mendapatkan reward berupa kambing atau domba sebanyak 10 pasang sebesar 30 Juta Rupiah

Untuk membantu Program Pedas Besai IV ini berhasil, maka PT PLN (Persero) UPDK Bandar Lampung bekerja sama dengan Polinela kembali, dimana Polinela sendiri bertindak sebagai evaluator dari program PEDAS Besai IV dan akan menghitung tingkat sedimentasi yang terkandung pada Sub DAS Cengkaan yang merupakan pemantauan ditahun kedua program. Keberhasilan program ini dapat dilihat dari hasil evaluasi yang dilaksanakan oleh pihak akademisi Polinela.

Fathurohman yang merupakan ketua forum peduli sungai DAS Cengkaan, Kabupaten Lampung Barat menyebutkan program PEDAS memberikan manfaat kepada petani dan membantu peningkatan produktifitas pertanian.

“PLN mengajarkan kami cara konservasi lahan sehingga tanaman kopi kami menjadi semakin banyak buahnya, dan rumput strip yang dihasikan ternyata tidak hanya mencegah erosi namun dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak kelompok kami’ ungkapnya.

Dengan adanya program yang berkelanjutan ini, diharapkan dapat memberikan manfaat baik untuk masyarakat (petani kopi) dengan peningkatan hasil panen ataupun untuk Perusahaan (PLN) dengan peningkatan kinerja operasional pembangkit. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *