Daerah  

PAD PRINGSEWU RENDAH MEMBUAT PEMBANGUNAN MENJADI LAMBAT

PRINGSEWU – Minimnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pringsewu, membuat pembangunan di Bumi Jejama Secancanan ini menjadi lambat. Pasalnya, hal itu dikarenakan pengeluaran untuk belanja pegawai lebih besar dari pada penyerapan PAD yang didapatkan.

Demikian disampai Pj. Bupati Pringsewu Adi Erlansyah saat beruadensi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kabupaten Pringsewu di ruang kerjanya Selasa (21/6). Menurutnya, dengan minimnya anggaran APBD seharusnya di lakukan upaya penggalian dana. Baik ke pemerintah pusat ataupun ke provinsi. Namun demikian, tidak menyalahkan dengan keadaan Pringsewu yang APBD nya kecil selama ini.” Sebenarnya banyak sumber dana yang bisa di ambil baik dana bagi hasil dari provinsi, ataupun dana pusat. Kalau sumber dana baik dari provinsi dan pusat tidak di gali ya tidak ada tambahan anggaran untuk membangun daerah,” katanya.

Adi menegaskan, untuk para kepala OPD harusnya tanggap dengan kondisi keuangan di daerah ini. Paling tidak mencari solusi dengan mencari dana di pusat untuk pembangunan di Pringsewu yang mengalami keterlambatan. Mengingat dengan kondisi saat ini, Pringsewu harusnya sudah memiliki dua jalur dan trotoar tapi saat ini belum terealisasi semua itu.”Melihat dari segi pembangunannya, memang Pringsewu kemajuannya sangat pesat namun sayang, belum jelas konsep dimana letak tatanan ibu kotanya Pringsewu. Semuanya tidak jelas karena belum adanya jalur dua dan trotoar seperti di daerah lain,” ujarnya.

Lebih lanjut Adi menjelaskan, sebenarnya Pemkab Pringsewu mampu mencari terobosan untuk pembangunan tersebut. Karena Pringsewu sudah memiliki semua ikon tinggal pelaksanaan pembangunannya dan mencari anggarannya.”Seperti pembangunan trotoar di Tanggamus itu semuanya dari dana pusat,  tidak ada yang dari dana APBD. Padahal, dari segi penyerapan PAD nya disana lebih besar ketimbang Pringsewu tapi, pemkabnya cepat tanggap mencari dana di pusat dan akhirnya terealisasi pembangunannya seperti sekarang ini,” paprnya.

Pada kesempatan tersebut Adi Erlansyah juga berpesan, kepada anggota PWI Pringsewu untuk bisa bekerja sesuai dengan ilmu jurnalistiknya supaya, hasil karya tulis dan pemberitaannya bisa berimbang.”Tentu saja saya tidak bisa menahan pemberitaan para awak media, asalkan saja dalam pemberitaannya secara obyektif jangan memberikan berita bohong (hoax) kemasyarakat,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu Agus TW Ketua PWI Pringsewu menyampaikan bahwa selain beraudensi dengan Pj. Bupati Pringsewu juga memperkanalkan anggota PWI serta ingin mempererat kerjasama antar Pemkab Pringsewu dengan insan media yang tergabung di PWI Pringsewu.”Dengan adanya audensi dengan Pj. Bupati Pringsewu diharapkan kedepan akan lebih baik dimasa-masa mendatang. Sehingga berbagai program PWI kedepan: rencana kegiatan HUT IKWI, Porwanas di Malang Jatim bisa terealisasi,” katanya. (top)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *