CIPTAKAN TENAGA HANDAL, PEMKAB PRINGSEWU GELAR PELATIHAN PERTUKANGAN

PRINGSEWU – Guna mewujudkan tenaga kerja yang handal, berdaya saing dan menciptakan integrasi nilai tambah dibidang pertukangan, Pemkab Pringsewu melalui Dinas PUPR Kabupaten Pringsewu mengadakan Pelatihan tenaga kerja trampil konstruksi Tahun 2022.

Acara pelatihan yang dilaksanakan di Balai Pekon Margodadi kecamatan Ambarawa Selasa (25/10), diikuti oleh 54 orang tenaga kerja konstruksi (tukang bangunan) dihadiri Kadis PUPR Imam S.R, Kabid Jasa Konstruksi (Jakon), DPD PERTAHKINDO Ir. Juniardi M.T., selaku pemateri dan nara sumber, Didi Handoko Kepala Pekon Margodadi, serta para peserta pelatihan.

Imam dalam sambutannya mengatakan, bahwa pelatihan ini merupakan amanat dari undang-undang No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. Dan dalam hal ini pemerintah cukup berperan aktif dalam menciptakan tenaga trampil konstruksi yang handal dan berdaya saing guna menambah nilai tambah dalam penghasilan.”Pemerintah daerah kab/kota diberikan kewenangan pada sub penyelenggaraan tenaga trampil konstruksi, penyelenggaraan sistem informasi jasa konstruksi dan pengawasan tertib usaha dan penyelenggaraan serta tertib pemanfaatan jasa konstruksi,” katanya.

Selain itu lanjut Imam, kegiatan yang dilaksanakan selama dua dari tanggal 25 – 26 Oktober, untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pertukangan dan nanti akan diberikan sertifikat, Pemerintah Kabupaten Pringsewu akan membina tenaga tukang untuk memiliki sertifikat keahlian agar bisa bersaing di tingkat nasional.”Dengan adanya sosialisasi ini bisa menambah ilmu dan wawasan para tukang yang ada di 4 Kecamatan.kecamatan pringsewu,kecamatan pagelaran, kecamatan gading,kecamatan sukoharjo, jadi dengan adanya acara ini sehingga bisa bersaing dengan Kabupaten Lain,” ujarnya.

Sementara itu terpisah Kabid Jakon Ade Suherna mengatakan, pelatihan tenaga kerja berpijak kepada Undang-undang yang bergerak dibidang jasa konstruksi. Dan di Kabupaten Pringsewu sudah sering melakukan kegiatan pelatihan pekerjaan kontruksi guna menambah ilmu pengetahuan tentang pertukungan.“Pelatihan selama dua hari dengan materi hari pertama diisi oleh narasumber tentang teori pertukangan. Kemudia hari kedua dilakukan praktek sekaligus ujian langsung yang nantinya peserta akan mendapatkan sertifikat,” katanya (top)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *