Metro – Pekerjaan hasil proyek perbaikan jalan 3 titik di Kelurahan Tejosari yang baru selesai dikerjakan sudah rusak kembali menuai komentar beragam dari warga sekitar. Adapun pekerjaan tersebut menggunakan anggaran tahun 2022 melalui Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang sebagai penanggung jawab anggaran.
Menurut Plt. Kepala Dinas PUTR, Robby K Saputra menyampaikan, jika 3 titik jalan Madu Koro Tejosari Kecamatan Metro Timur tersebut tahapan sudah dilaksanakan dan saat ini masih dalam masa pemeliharaan.
“Semua tahapan telah dilaksanakan oleh rekanan dan juga itu masih dalam masa pemeliharaan, dan nanti akan kita minta tim teknis untuk turun melihat titik yang dimaksud dan pihak rekanan akan kita minta perbaiki karena masih dalam masa pemeliharaan oleh rekanan,” jelas Robby saat diwawancara di ruang kerjanya. Jumat (02/12/2022).
Selanjutnya, Robby juga menjelaskan jika saat ini tahapan kontruksi jalan baru tahap satu PHO tapi setelah enam bulan baru FHO untuk penyerahan kepada pihak dinas.
“Saat itu baru PHO tahap satu, nanti setelah enam bulan baru FHO diserahkan 100% ke dinas oleh rekanan. Karena ini masih masa pemeliharaan, kita kordinasi dengan rekanan,” ucapnya.
Disinggung masalah ketebalan dan volume pekerjaan, Robby menjelaskan jika untuk jalan lingkungan berbeda dengan jalan kelas 1 atau jalan utama.
“Kalo untuk jalan lingkungan sendiri itu ketebalan Lataston rata-rata 3 centimeter dan pekerjaan itu sendiri seharusnya ketebalannya 3 centimeter. Dan untuk masalah anggaran yang di Tejosari itu macam-macam, saya tidak hafal dan nanti bisa konfirmasi ke bidangnya,” terangnya.
Kembali lagi di tegaskan Robby, untuk ketebalan jalan lingkungan 3 Cm sampai 3,5 Cm yang berada di pemukiman. Dan untuk pengawas selalu diingatkan oleh dirinya.
“Pekerjaan yang tidak sesuai dikerjakan oleh pihak rekanan harus diperbaiki kembali, dan saya sudah ingatkan pengawas untuk selalu bicara kepada rekanan, kita menuntut kualitas dan hitungan volume harus cukup.Kalo ketemu Corderil yang belum sesuai spec, kita minta diperbaiki dengan cara melapis ulang,” papar Robby.
Selanjutnya, Robby juga menekankan kepada pihak konsultan pengawas untuk selalu melihat kualitas dengan volume yang cukup.
“Kerjaan tidak sesuai spesifikasi, kita berikan sangsi. Untuk pekerjaan itu sendiri, hasilnya akan diperiksa PPK, baik secara administrasi maupun kondisi fisik akan di lihat. Kita akan tekan internal dinas untuk benar-benar bekerja sesuai ketentuan bagitu juga dengan konsultannya,” Pungkas Robby. (As)






