Metro – Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) merespon positif terkait keluhan dan masukkan masyarakat Karang Rejo, Kecamatan Metro Utara, hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Provinsi Lampung saat menghadiri reses di rumah Ketua Dewan Pembina Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Metro, Selasa (6/12/2022).
Adanya keluhan dan pertanyaan masyarakat Kelurahan Karang Rejo, terkait tentang pembangunan infrastruktur sampai masalah Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) yang ada di wilayah tersebut, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Lampung, Elly Wahyuni menanggapi keluhan masyarakat tentang pembangunan jalan yang kurang maksimal di Kota Metro.
“Jangankan berdasarkan masukan masyarakat, saya jalan ke mari pun tadi sudah merasakan kondisi jalan di sebagian wilayah Metro, dari Metro Pusat sampai Metro Utara, dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, banyak kerusakan. tapi kita maklumi karena pasca covid dua tahun semua kondisi perekonomian APBD dari pusat sampai daerah itu terjun bebas,” paparnya.
Mudah-mudahan, lanjutnya, pasca covid pertumbuhan ekonomi akan meningkat sehingga pembangunan bisa berjalan.
“Kita juga mempunyai beberapa atensi untuk pembangunan di Kota Metro, dan juga masalah infrastruktur, kemarin kita juga telah banyak melakukan kunjungan seperti ke UMKM, ketemu Ahmad Muzani atau pun ke kampung pengangguran. Terkait untuk mendorong DPRD merealisasi pembangunan, saat ini memang Partai Gerindra di Kota Metro belum ada keterwakilannya, mudah- mudahan di tahun 2024 jika ada perwakilan Partai Gerindra akan berjuang untuk kita Metro,” terangnya.
Sementara, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Metro Sudarsono mengatakan, pihaknya merespon positif terkait aspirasi masyarakat di Kelurahan Karang Rejo.
“Di Metro ini Partai Gerindra belum ada anggota dewan atau fraksi jadi kami menggunakan kekuatan masyarakat. contoh, tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) yang akan dilebarkan padahal zaman saya dulu waktu masih kepala desa yang mengijinkan untuk adanya TPAS tersebut adalah saya,” ujarnya.
Lek DAR (sapaan akrab Sudarsono) juga menambahkan, di tehnik pengolahan sampah adalah Sanitery Landfill nya, untuk masalah itu dirinya pernah belajar di Padang dan di Bukittinggi Jambi.
“Jadi saya tahu untuk pengolahannya yang bagus, jadi menurut saya tidak perlu penambahan lahan lagi, bisa dengan pemendaman sampah di dalam lubang lalu di tutup tanah, nantinya kan bisa menjadi pupuk dan sebagainya, dengan cara itu juga dapat mengurangi banyaknya lalat karena kebusukan sampah. Jadi saya tegaskan kami tidak setuju dengan pelebaran atau penambahan lahan TPAS di Kelurahan Karang Rejo tersebut,” Tegasnya.
Lek Dar juga menyatakan, pemerintah kita ini adalah pemerintah yang independen sehingga kalau kita ingin mengurus apa pun ke pusat tidak ada jalur pantainya.
“Dulu semua urusan ke pusat menggunakan jalur partai, seperti di pusat semua menggunakan fraksi di DPR RI sampai ke teknis itu yang dilakukan sekarang di pusat, jadi kemudian di Metro tidak berimbang anggaran itu, contohnya angka di Metro yang sedikit, akhirnya fisik nya tidak berubah bahkan rusaknya makin banyak, itu karena tidak ada jalur ke pusat untuk mengali dana. Kemudian Sudarsono mengharapkan kedepannya memilih wakil rakyat yang ada jalur pantainya,” Pungkasnya. (As)






