Daerah  

Kemenag Tuba Diserang Isu Korupsi Dana MTQ 

EDITORONLINE.ID, TULANGBAWANG – Kementerian Agama (Kemenag) wilayah Tulangbawang (Tuba) mendapat sorotan miring. Kemenag Tuba diserang isu korupsi dana penyelenggaraan MTQ tahun 2021 dan 2022 sebesar Rp1,750 Miliar melalui hibah dari KesbangPol Tuba.
Sumber resmi di lingkungan Pemkab Tuba menyebutkan, bahwa ada oknum Kemenag Tuba yang diduga telah berani bermain atau menyimpangkan dana kegiatan MTQ tersebut untuk kepentingan pribadi dan kelompok.
Sangat disayangkan, isu korupsi, dugaan penyimpangan anggaran itu justru terjadi di tubuh Kemenag yang kedudukannya mengurusi soal kebaikan dunia dan akhirat, mengurusi soal agama, soal ibadah, moralitas manusia, serta penyampai pesan ada surga dan neraka.
“Penggunaan dana MTQ tahun 2021 dan 2022 itu diduga tidak terealisasi dengan baik. Coba tanyakan langsung kepada pihak pengelelolanya. Itu tugas jurnalis buntuk menggali, mengumpulkan dan memperoleh datanya,”kata sumber resmi yang enggan disebutkan namanya.
Sumber meminta kepada wartawan untuk segera mendapatkan bahan dan keterangan dari pihak Kemenag Tuba terkait dengan tranparansi penggunaan dana negara dan dana rakyat miliaran rupiah.
Mantan Kepala KesbangPol Tuba, Khamami Ria, mengakui dan menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan dana hibah penyelenggaraan MTQ tahun 2021 dan 2022. Pihak KesbangPol juga mempertanyakan bentuk transparansi dari penggunaan dana hibah tersebut.
“KesbangPol tidak tahu apa saja jenis kegiatannya. Dana itu sudah direalisasikan. Silahkan ditanyakan langsung ke Kemenag Tuba,” kata mantan Kepala KesbangPol Tuba, Khamami Ria.
Kemenag Tuba melalui Mujamil saat dikonfirmasi mengatakan, anggaran hibah kegiatan MTQ pada tahun 2021 senilai Rp.750 juta dan tahun 2022 senilai Rp.1 miliar telah direalisasikan sesuai kegiatan.
“Anggaran kegiatan MTQ untuk tahun 2021 dan 2022 telah direalisasikan sesuai kegiatan. Diantaranya untuk pembekalan dan pelatihan serta pembinaan untuk kontingen,” katanya belum lama ini.
Namun Mujamil, enggan menjelaskan secara rinci atau detail tentang anggaran kegiatan MTQ pada 2021 dan 2022 itu.
“Saya perlu berkoordinasi dulu dengan pimpinan karena saya hanya selaku sekertaris dalam kegiatan itu. Bagian saya untuk urusan administrasi,” jalasnya. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *