Bandarlampung – Pengurus Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (Pengda HKTI) Provinsi Lampung melakukan kunjungan ke Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Selasa (31/1).

Kunjungan tersebut dalam rangka silaturahmi dan koordinasi perihal rancangan program-program konservasi serta pembinaan Kelompok Tani Hutan (KTH) di beberapa desa penyangga di sekitar TNWK.
Ketua Pengda HKTI Provinsi Lampung, Umar Ahmad menyampaikan bahwa masyarakat penyangga sekitar kawasan hutan di TNWK wajib terlibat dan berperan aktif dalam upaya menjaga, keamanan dan kelestarian kawasan hutan.

“Dengan tidak terlibat, ilegal logging, dan Ilegal fishing, serta pemburuan terhadap satwa yang dilindungi, dan pembakaran lahan yang berada di hutan Taman Nasional Way Kambas,” terang Umar Ahmad dalam siaran pers yang diterima wartawan, Rabu (1/2).
Dikatakannya, HKTI sebagai salah satu wadah kelompok tani, siap bersinergi dengan pemerintah dan satker terkait. “Ini penting untuk dalam hal melaksanakan pembinaan terhadap kelompok tani di Provinsi Lampung,” ujarnya.

Dalam kunjungannya, lanjut Umar, ada beberapa agenda HKTI, diantaranya ramah tamah dengan Balai TNWK, Dialog interaktif dengan kelompok masyarakat KTH Desa Penyangga, penanaman pohon, serta penyampaian bantuan ke KTH.
“Pada intinya, semua kegiatan yang kita lakukan ini guna mendorong peran aktif masyarakat, khususnya masyarakat KTH desa penyangga, dalam konservasi Hutan Taman Nasional Way Kambas,” tukasnya.
Sementara itu, perwakilan Bala TNWK mengucapkan, terimakasih dan apresiasi kepada HKTI karena sudah menyatakan siap untuk berkoordinasi dalam hal pembinaan terhadap Kelompok KTH di Desa-Desa Penyangga, disekitar Taman Nasional Way Kambas.
Dalam kesempatan itu juga, rombongan HKTI Provinsi Lampung juga dijelaskan tentang program wisata edukasi konservasi gajah yang sudah berjalan di Pusat Konservasi Gajah (PKG) TNWK. (*).






