Balitbang Lambar Dorong Pengembangan Komplek Kaldera Suoh Sebagai Calon Geopark Nasional

Koraneditor.co.id, Lampung Barat

Berdasarkan Buku 101 Warisan Geologi yang diterbitkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, di Provinsi Lampung terdapat 2 Warisan Geologi yaitu Kompleks Kaldera Suoh dan Kompleks Krakatau.

Geopark Kaldera Suoh merupakan Geopark yang berada di wilayah Sesar Semangko atau Patahan sesar Semangko (The Great Sumatran Fault). Dinamakan Sesar Semangko karena pangkal / awal dari Sesar ini berada Teluk Semangka, Lampung hingga Aceh.

Sesar Semangko membentuk Bukit Barisan sepanjang hampir 1900 kilometer, Jarak Geopark Kaldera Suoh sekitar 154 km dari Kota Bandarlampung 164,4 km ditempuh selama 5 jam perjalanan darat. Jika dari Liwa, ibukota Kabupaten Lampung Barat, jaraknya sekitar 32 km saja.

Sejatinya, Suoh adalah nama sebuah kecamatan sejuk bersuhu 21-24 derajat Celcius karena ada di perbukitan, sekitar 600 meter di atas permukaan laut (mdpl). Luas Kecamatan Suoh sekitar 267,23 km2. Mayoritas penduduknya adalah petani dengan komoditas kopi, kakao, padi dan hortikultura.

Mayoritas penduduk yang mendiami wilayah ini adalah suku Lampung dan Jawa serta sebagian Sunda.

Geopark Kaldera Suoh meliputi Kawasan seluas 100 ribu hektar atau 1.000 kilometer persegi di 10 kecamatan yang berada di Kabupaten Lampung Barat.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Lampung Barat, Paijo menjelaskan, Dinamakan Kaldera Suoh karena merujuk pada Kaldera / Kawah Purba yang berada di Lembah Suoh. Di kawasan itu terdapat ratusan kawah yang terbentuk secara alami akibat erupsi Gunung Suoh Purba, sehingga Kompleks Kaldera Suoh dijuluki juga sebagai “Lembah Seribu Kawah”.

“Salah satu Kawah yang sangat unik dan hanya ada 2 di dunia yaitu Kawah Nirwana yang memiliki kesamaan dengan Presmatic Hot Spring, Yellowstone USA. Sebagaimana kita ketahui di erupsi Gunung Yellowstone pada 2,1 juta tahun yang lalu merupakan erupsi gunung terbesar di dunia. Taman Bumi / Geopark Kaldera Suoh memiliki 21 situs keragaman geologi, 12 situs keanekaragaman hayati, dan 17 situs keragaman budaya. Flora di tempat diantaranya Bunga Raksasa Raflesia Arnoldi, bunga bangkai raksasa atau suweg, dan jamur batang bersinar,” jelas Paijo, Kamis (10/8/2023).

Sedangkan fauna nya juga beragam seperti Gajah Sumatera, Burung Belibis, Harimau sumatera, tapir, kambing hutan, kucing hutan, landak, siamang, binturong, dan burung enggang.

Pemandangan alam pun sungguh mempesona dengan persawahan hijau luas membentang dan pepohonan khas tropis mencoba menutupi warisan geologi tersembunyi Geopark Kaldera Suoh, di samping Kawah, Pemandangan alam yang tidak kalah mempesona yaitu bebatuan purba dari masa puluhan juta tahun lampau dan telah melewati tiga era dalam skala waktu geologi.

Batuan tertua, terbentuk dari Era Paleozoikum, tepatnya pada periode Permian (299 juta-252 juta tahun lalu) dan Carboniferous (359 juta-299 juta tahun lampau). Jenis batuan dari Era Paleozoikum adalah batu gamping, serpih, filit, dan bawah.

“Tak hanya itu, karena terdapat pula batuan dari Era Pertengahan dan terbentuk di masa Triassic hingga Jurassic dengan batuannya berupa metamorf seperti marmer, batu sabak, granit dan lainnya,” ujarnya.

Kemudian ada dari Era Kenozoikum berupa batuan sedimen yang mengendap di darat. Morfologi batuan purba ini dapat disaksikan berupa Air Terjun Semantung yang memiliki singkapan berupa lapisan bebatuan yang lengkap berusia 30 – 35 juta tahun yang dapat menceritakan proses erupsi gunung berapi dan proses terbentuknya Pulau Sumatera.

“Itulah sebabnya Kawasan Geopark Kaldera Suoh akan dijadikan sebagai Kampus Kuliah Lapangan bagi mahasiswa Fakultas Geologi,” tutur Paijo.

Lembah Batu Brak yang memanjang sepanjang 10 km yang terbentuk akibat depresi akibat aktivitas tektonik pada ketinggian 800-900 mdpl. Sedangkan, daerah dengan ketinggian 1100 mdpl adalah puncak dari kawasan bukit karst.

“Menurut peneliti dari Fakultas Geologi Universitas Padjadjaran, punggungan atau bukit-bukit memanjang (ellipsoid), ukurannya rata-rata 400-600 meter dan lebar 100-150 meter. Tepat di bawah perbukitan dan tebing karst itu mengalir 3 DAS yaitu DAS Ranau, DAS Besai yang merupakan sumber air baku PLTA Way Besai, dan DAS Semangka merupakan Daerah Aliran Sungai sepanjang 220 km hingga Kabupaten Tanggamus yang hulunya berada wilayah Kabupaten Lampung Barat yang merupakan sumber air baku bagi 2 PLTMH,” ucapnya.

Menurut Paijo, beberapa dampak positif yang dapat diperoleh masyarakat antara lain :
Menjadi salah satu titik wisata dengan tetap memprioritaskan pemeliharaan lingkungan agar kawasan geopark tetap terjaga dari waktu ke waktu
Menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal melalui pengembangan UMKM, pemberdayaan masyarakat dan pelatihan pemandu wisata,
Mempromosikan kesadaran akan terancamnya keberadaan suku atau masyarakat asli dari perkembangan global yang berjalan dinamis.
Menginformasikan kesadaran akan bencana geologis dan strategi mitigasi bencana dari gunung meletus, gempa bumi, tsunami kepada masyrakat sekitar wilayah pengembangan geopark.
Menjaga perubahan iklim dengan manajemen geologi dan hayati yang terencana didasarkan oleh riset.
Memasyarakatkan penggunaan sumber daya berkelanjutan dan meminimalkan penggunaan sumber daya yang tidak terbaharukan
Mengedukasi masyarakat agar lebih mencintai lingkungan dan lanskap wilayah mereka.

Lebih lanjut, Paijo mengatakan, tindak lanjut Pengembangan Geopark Suoh pada tanggal 23 Juni – 14 Juli 2023, Pusat Survei Geologi, Badan Geologi Kementerian ESDM telah melakukan verifikasi dan identifikasi lapangan terhadap Warisan Geologi (Geoheritage) di wilayah Kabupaten Lampung Barat yang diusulkan untuk menjadi Geopark Kaldera Suoh.

“Verifikasi ini merupakan tindak lanjut dari usulan Gubernur Lampung terkait Permohonan Penetapan Warisan Geologi terhadap Geosite yang ada di Kabupaten Lampung Barat yang disampaikan langsung oleh Bapak Pj. Bupati Lampung Barat pada tanggal 27 Januari 2023,” ungkapnya.

Terdapat 21 Geosite yang diusulkan untuk dilakukan verifikasi yang nanti akan disusun menjadi satu kerangka geologi sebelum ditetapkan menjadi Warisan Geologi Lampung Barat melalui Surat Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia.

“Dan saat ini Pemerintah Kabupaten Lampung Barat masih menunggu hasil verifikasi dan identifikasi yang kemungkinan akan disampaikan pada bulan akhir tahun 2023,” Imbuhnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *