KORANEDITOR.ID, TULANGBAWANG BARAT – SMAN 1 Pagar Dewa, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung, melakukan pungutan kepada wali murid sebesar Rp.2.000.000 persiswa tahun 2023.
Bahkan, untuk kelas X ada biaya tambahan untuk pembuatan seragam. Pungutan dilakukan dengan dalih berdasarkan rapat komite dan telah disepakati oleh seluruh wali murid atau orang tua siswa.
Tidak sedikit para orang tua atau wali murid yang merasa keberatan dengan adanya pungutan yang mengikat sebesar dua juta rupiah itu.
“Orang tua atau wali murid dibebani dengan sumbangan sebesar Rp.2.000.000 per tahun. Khusus untuk kelas X ada biaya tambahan untuk seragam sebesar Rp.600.000,” terang salah satu orang tua atau wali murid SMAN 1 Pagar Dewa yang meminta namanya tidak dikorankan, Jumat (24/11/2023).
Beberapa orang tua atau wali murid menyatakan, keberatan dengan biaya yang mesti dikeluarkan untuk anak sekolah di SMAN 1 Pagar Dewa.
“Kalau dibilang keberatan ya keberatan. Tapi mau bagaimana lagi. Itu sudah diputuskan melalui rapat komite. Pungutan sekolah masih terus dilakukan oleh pihak sekolah melalui komite,” katanya.
Dikonfirmasi, kepala SMAN 1 Pagar Dewa, Nurdin, mengatakan, jika pungutan dilakukan dikarenakan untuk pembangunan berupa rehap gedung dan banyaknya gaji guru honorer yang tidak dapat tercover oleh dana BOSP.
“Sebenarnya sumbangan orang tua atau wali murid itu merupakan peran serta dan partisipasi masyarakat dalam pendanaan pendidikan pada satuan pendidikan,” katanya.
Nurdin menjelaskan, pungutan dilakukan berdasarkan rapat komite bersama seluruh orang tua atau wali murid SMAN setempat.
Menurutnya, dalam pungutan tersebut juga terdapat keringanan kepada orang tua wali murid yang tidak mampu atau anak yatim.
Diketahui, berdasarkan data penerimaan dana BOSP SMAN 1 Pagar Dewa, jumlah siswa pada tahun 2023 sebanyak 444 siswa. Sekolah ini pada tahun 2023 mendapatkan dana BOSP sebesar Rp.666.000.000. (tri)






