Oleh
Apriyan Sucipto MH
BKSDA Bengkulu-Lampung
SKW III Lampung
Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung tercatat tiga kali mengalami erupsi pada Minggu (26/11).
Erupsi pertama terjadi pada pukul 12.28 WIB dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 450 meter di atas puncak. Sementara erupsi kedua tercatat terjadi pada pukul 19.48 WIB dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 400 meter di atas puncak.
Kemudian, Petugas Pos Jaga CAL Krakatau melaporkan, (Amirudin) Gunung Anak Krakatau kembali erupsi untuk ketiga kalinya hari ini tepat pukul 20.54 WIB.
“Tinggi kolom letusan teramati ± 800 m di atas puncak (± 957 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah barat laut,” demikian penjelasan Pos BKSDA Bengkulu-Lampung CAL Krakatau pada Minggu (26/11).
“Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 70 mm dan durasi 34 detik,” Tambah Amir.
Gunung Anak Krakatau kini bersatus Level III atau Siaga. Menurut PVMBG gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III.
“Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal tinggi sekitar 50-450 meter dari puncak. Cuaca mendung hingga hujan, angin lemah ke arah barat laut,”
BKSDA Bengkulu-Lampung menghimbau agar masyarakat tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau untuk sementara waktu.
“Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah aktif,”. (*).






