Mahfud Awali Pertumbuhan Ekonomi Dengan Berantas Korupsi

Oleh

Hj. Nurhasanah, SH, MH
Anggota DPRD Provinsi Lampung
Fraksi PDI Perjuangan

Aku tanpamu butiran debu, begitulah sepenggal lirik yang menceritakan tentang dua hal yang tidak berjalan seirama. Aku mengartikannya dalam kasus ekonomi sebuah negara yang ditempeli inang benalu. Parasit itu berwujud Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Bung negara kita negara hukum, namun masih lemah kalau berhadapan dengan orang yang khilaf dan punya jabatan tinggi di negeri ini. Bahkan sekelas lembaga independen pun yang seharusnya menyikat para koruptor, masih disusupi intervensi dari dunia luar.

Maka pemimpin yang tegas memberantas korupsi sudah tidak lagi zamannya hanya disampaikan lewat lisan saja tapi harus dilakukan dengan aksi. Pada debat cawapres ini, tema yang dibawakan persoalan ekonomi hingga sub di dalamnya yakni UMKM.

Sebelum melancarkan aksi, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD bermaksud mencabut akar masalahnya terlebih dahulu dengan pemberantasan KKN. Hal tersebut dipaparkan langsung oleh Mahfud saat tema besar debat kedua yang diselenggarakan KPU berhubungan dengan ekonomi.

Mereka kerap menerima banyak keluh-kesah para pengusaha, dimana izin mendirikan usaha itu memiliki proses yang super lama. Biasanya bisa memakan waktu sampai 2,5 tahun dengan mekanisme lebih dari 10 alur. Mengerikan bukan?

Pak Mahfud yang bergumul dengan dunia hitam para mafia, mulai menemukan sebab utamanya, karena banyak suap-menyuap hingga praktek KKN yang berlangsung di sana. Sehingga para pengusaha ini seperti dipermainkan, di lempar sana-sini, dioper barat ke timur, selatan, utara, dan berbagai arah lainnya dengan kondisi kantong harus terisi penuh untuk memberi tip dalam benerapa markas.

Sudah lama, mahal, mekanisme itu juga merugikan si calon pengusaha. Rugi modal sekaligus rugi waktu. Time is money. Bagi para mafia perizinan, hal itu bekerja dengan baik. Tapi tidak dengan si pengusaha yang rugi bandar, karena alur yang membingungkan dan penuh jaminan duit.

Dan anehnya, tindakan buruk itu justru bersumber dari para pejabat. Entah dalam daerah maupun dari jajaran pejabat negara. Karena sudah tahu kondisi di lapangan seperti ini, Mahfud tidak mau menjadikan kepemimpinan selanjutnya ruwet tanpa ada perbaikan.

Maka sebelum menumbuhkan perekonomian, dia berkomitmen untuk menindaklanjuti para koruptor. Caranya sudah dipaparkan oleh Ganjar dalam debat pertama, mulai pemiskinan dengan pengesahan perampasan aset sampai diasingkan ke Nusakambangan, pulau terpencil dan jauh dari kehidupan masyarakat.

Ketegasan itu sudah berjalan selama ini, Mahfud berhasil menuntaskan beberapa masalah hukum. Wabilkhusus dalam kasus-kasus besar dalam kementerian, pajak hingga kepolisian. Dan selama dia berkeliling mengunjungi beberapa daerah, keluhan dari para pengusaha maupun pelaku UMKM adalah kesulitan mereka dalam sistem administrasi, mereka menyampaikan aspirasi untuk memberantas mereka yang mempermainkan regulasi, mereka yang menghalalkan segala cara demi memuaskan nafsu yang tidak bakal mandeg.

Kenikmatan adalah jalur utama para koruptor dalam mempersulit aturan yang diberlakukan bagi pengusaha dan pelaku UMKM. Harus diberantas demi keadilan dan mencapai kesejahteraan bersama.

Cita-cita Ganjar dan Mahfud dalam pelayanan termasuk perizinan usaha adalah cepat, murah dan mudah. Transparansi adalah jembatan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Mahfud itu penegak hukum yang baik sehingga banyak dicari kalangan masyarakat untuk menjadi hakim dalam problem yang mereka hadapi.

Pun dengan Ganjar yang memiliki pengalaman dalam pertumbuhan ekonomi, mulai dari mengembangkan UMKM, menekan inflasi, hingga mengajak kerjasama negara lain untuk membuka lapangan kerja di daerah komandonya. Keduanya itu saling melengkapi, paslon yang sudah melengkapi satu sama lain.

Selain mencabut masalah dari akarnya, Mahfud juga memaparkan bagaimana program yang sudah dirancangnya bersama sang capres dalam membantu meningkatkan taraf hidup rakyat di bidang ekonomi.

Mulai dari KTP Sakti yang memuat bantuan sosial dari gabungan KIS, KIP, kartu sembako, kartu nelayan, kartu tani dan lainnya. untuk meningkatkan kreatifitas idustri dengan perkembangan digitalisasi, ada fasilitas internet gratis yang diratakan ke seluruh provinsi di Indonesia. Internet gratis itu juga menjadi warna baru dalam industri, apapun profesinya masyarakat.

Di lain tempat ada bisang pendidikan yang mensupport rakyat untuk memperbaiki kondisi ekonomi baik dalam organisasi terkecilnya yakni keluarga sampai ke tingkat nasional. 1 keluarga 1 sarjana, nasib mereka yang tidak mampu bisa dirubah karena usaha dari generasi mudanya bersama pemimpin yang peduli.

Ya Mahfud memaparkan bagaimana efektifnya program yang dia bawa bersama Ganjar. Sederhana dan realistis dengan pelayanan yang serba cepat, murah dan mudah. Hanya Ganjar dan Mahfud yang berani membawa perbaikan ini, melanjutkan apa yang sudah baik bagi rakyat dan memperbaiki mereka yang tergolong buruk. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *