Terlantar, Uang Transport PPK Asal Pesibar Diduga Tidak Diberikan ?? Ini Kata KPU

Pesisir Barat-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) mengaku sudah menyiapkan anggaran bahkan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) sampai makan dan minum. Sabtu, (12/10/2024).

Diberitakan sebelumnya Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) asal Pesisir Barat (Pesibar) mengaku kecewa atas kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pesibar atas perlakuan yang didapatkan saat mengikuti Konsolidasi Daerah (Konsolda) Pilkada serentak 2024 yang digelar KPU Bandar Lampung selama tiga hari.

Dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp Sekertaris KPU Pesibar, Doni Zulkarnain mengatakan tidak mengetahui dimana kesalahan nya sehingga terjadi seperti itu, dengan menggunakan bahasa daerah (Lampung Pesisir Barat) Doni menjawab pesan yang berisikan berita Koraneditor.co

“Mksih info ni puari
Nyak 4 rani izin tirawat jd wat ki pandai cerita kamji…Knh tirapat ko internal dipa salah ni angaran adu tisiap ko,sppd,mkn minum, Berarti wat sai salah,” kata Doni.

Jika diartikan menggunakan bahasa Indonesia, makasih infonya saudara, saya 4 hari izin dirawat jadi tidak tahu cerita itu, nanti dirapatkan internal mana salahnya, anggaran sudah disiapkan, sppd, makan minum, berarti ada yang salah. Tepis Sekertaris. Jumat malam, (11/10) pukul 20.14 WIB.

Bukan hanya itu, Doni juga mengatakan akan melakukan evaluasi dan jika ditemukan kesalahan pihaknya akan merapatkan senin besok bahkan akan meminta pertanggung jawaban masing-masing panitia yang sudah dibuatkan.

“Nungu rapat internal…Belum tau pasti
Kesalahannya dimana,klu betul.keadaannya sprti itu saya posisi Dirawat, senin saya rapatkan dan minta pertangung jawaban masing2 panitia yg sdh dibuatkan…
Jgn dulu nnti slesai
Evaluasi apa hasilnya disampaikan,” Tulis Doni menggunakan pesan singkat WhatsApp.

Diketahui, PPK asal Pesibar menginap dengan alakadarnya tanpa breakfast (sarapan pagi) yang membuat mereka kelaparan selama mengikuti kegiatan yang diinisiasi oleh KPU Lampung tersebut.

“Kami ini ditempatkan di apartment tanpa ada staf atau komisioner dari KPU Pesibar yang menemaninya. Jadi bayangkan saja didalam apartemen satu kamar itu diisi dua orang bahkan ada yg 3-4 orang,” ungkap salah satu anggota PPK ini saat ditemui, Jumat (11/10).

“Itu soal pembagian tempat tidur udah kacau balau. Belum lagi kami disini lagi kelaparan. Hari pertama kami dikasih sarapan nasi uduk, hari keduanya kami tidak dikasih makan sama sekali,” cerita dia.

Berdasarkan pantauan dilokasi, sejumlah PPK asal Pesibar terpaksa harus mengiba dengan menumpang-numpang makan kepada sejumlah koleganya dari kabupaten/kota lain.

“Ya Alhamdulillah, kami ada kawan jadi bisa numpang makan atau tidur ke PPK dari Kabupaten/Kota lain, ” ucapnya.

Berdasarkan informasi yang didapat, KPU Pesibar menganggarkan 33 kamar untuk PPK dan Sekretariat dengan anggaran masing-masing kamar berkisar Rp 500-600 ribu.

Dengan budget itu, diharapkan PPK dan Sekretariat KPU Pesibar sudah mendapatkan penginapan yang nyaman dan free breakfast. Bukan berbanding sebaliknya, sangat tidak wajar dengan budget yang disiapkan.

PPK dan Sekretariat KPU Pesibar diketahui menginap di The Bay Apartemen Bumi Waras dengan harga permalam Rp 200-300 rb an belum termasuk harga negosiasi jika memesan kamar dengan jumlah yang banyak.(Daniel/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *