Diskusi Publik “Energi dan Investasi Seimbangkah?”, Staf Ahli Kementerian ESDM: Pemanfaatan EBT Masih Minim

Bandarlampung – Staf Ahli Bidang Perencanaan Strategis Kementerian ESDM, Dr. Muhammad Idris Froyoto Sihite mengungkap pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia masih sangat minim. Baru 0,3 persen dari seluruh potensi EBT yang ada.

Hal itu dipaparkan Idris Sihite saat menjadi narasumber dalam diskusi Energi dan Investasi yang diadakan PWI Provinsi Lampung di Hotel Horison, Kamis (5/12/2024). Ia menyebut, jika ditotal potensi EBT di Indonesia sangat besar, mencapai 3.687 Giga Watt (GW).

Terdiri dari energi panas matahari (surya) 3.294 GW, hidro 95 GW, bio energi 57 GW, angin 155 GW, laut 63 GW dan panas bumi 23 GW.

Sementara yang baru dapat dimanfaatkan yaitu energi matahari 675 Mega Watt (MW), hidro 6.697 MW, bio energi 3.408 MW, angin 152 MW, Panas Bumi 2.597 MW dan energi laut 0 MW.

Khusus di wilayah Lampung, kata Idris Sihite, potensi EBT yang tersimpan mencapai 153,39 GW atau setara 4 persen dari potensi EBT di Indonesia

EBT di Lampung terdiri dari energi panas bumi 1,76 GW, air 0,06 GW surya 121,48 GW, arus laut 26,53 GW, angin 3,51 GW, biofuel 0,04 GW, dan biogas 0,01 GW.

Salah satu kendalanya karena Indonesia merupakan negara kepulauan. Sehingga lokasi dan penyaluran energi yang dihasilkan sulit untuk didistribusikan.

“Area EBT itu terpisah di antara pulau-pulau, maka perlu adanya interkoneksi. Kalau misalnya untuk Pulau Jawa Sumatera dan Kalimantan mungkin bisa ya, tapi bagaimana dengan pulau-pulau di Indonesia timur,” jelasnya.

Ia juga memaparkan saat ini bauran energi primer untuk pembangkit listrik di Indonesia saat ini masih didominasi batubara.

Realisasi sampai Agustus 2024 bauran energi dari batubara mencapai 67 persen, BBM 4 persen, gas 17 persen, panas bumi 5 persen, biomassa 1,7 persen dan EBT lainnya 0 persen.

“Jadi sampai saat ini penyediaan tenaga Listrik Indonesia masih didominasi oleh pembangkit Batubara dengan bauran sekitar 67 persen,” ujarnya.

Untuk itu, Kementerian ESDM mendorong agar pemanfaatan EBT terus ditingkatkan. Salah satunya dengan mewujudkan supergrid atau interkoneksi EBT antar pulau energi sebagai kunci transisi energi menuju net zero emissions (NZE) tahun 2060. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *