koraneditor.co, Lampung Barat
Ratusan pedagang kuliner dari berbagai kecamatan di Kabupaten Lampung Barat menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati pada Rabu (28/5). Aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap kebijakan baru Pemerintah Daerah yang menetapkan pajak sebesar 10 persen kepada konsumen serta rencana pemasangan alat perekam transaksi atau Tapping Box di seluruh rumah makan dan restoran.
Massa aksi yang berasal dari 15 kecamatan menilai kebijakan tersebut sangat memberatkan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), khususnya di sektor kuliner. Salah satu perwakilan pedagang, Teuku Wahyu, yang juga merupakan pemilik usaha kuliner, menyampaikan bahwa pemasangan Tapping Box bukanlah solusi yang bijak dalam peningkatan pendapatan daerah.
“Tapping Box ini bukan solusi, tapi justru jerat bagi ekonomi kami. Kami sebagai pelaku usaha sudah taat membayar pajak sesuai ketentuan. Kenapa konsumen harus dibebani lagi? Ini tidak adil,” tegas Wahyu dalam orasinya.
Wahyu juga menyoroti sikap Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lampung Barat yang dinilainya arogan dan tidak profesional dalam menyosialisasikan kebijakan ini. Ia menyampaikan kekecewaannya atas pemasangan spanduk bertuliskan “restoran tidak patuh pajak” di sejumlah tempat usaha kuliner yang dinilai telah mencemarkan nama baik para pelaku usaha.
“Setiap bulan kami rutin membayar pajak, tapi restoran kami malah dipasangi banner ‘tidak patuh pajak. Di mana letak ketidakpatuhannya? Ini sangat merugikan citra usaha kami,” ujarnya dengan nada emosional.
Dalam aksinya, para pedagang mendesak Bupati Lampung Barat untuk segera mengevaluasi kebijakan tersebut serta meninjau ulang kinerja Bapenda. Mereka juga mengusulkan agar pemerintah daerah membuka ruang dialog dengan pelaku usaha guna mencari solusi yang adil dan tidak merugikan salah satu pihak.
Aksi damai ini berlangsung tertib dan mendapat pengawalan dari aparat kepolisian. Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Lampung Barat belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan para pedagang. (Anton Abizar)






