Lampung Barat, koraneditor.co
Tim Patroli Satwa gabungan kembali melakukan patroli di wilayah Pemangku Kali Pasir, Pekon Sukabumi, Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat, Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat terkait dugaan kemunculan satwa liar di sekitar kawasan pemukiman dan perkebunan warga, Selasa (4/11/2025)
Patroli dimulai pukul 08.20 WIB dengan apel bersama yang dipimpin langsung oleh Camat Batu Brak. Tim gabungan tersebut terdiri dari unsur Satpol PP (3 personel), TNI (3 personel), Polri (3 personel), TNBBS (2 personel), masyarakat (2 orang), serta Wildlife Conservation Society (WCS) sebanyak 1 orang.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pemeriksaan lapangan terhadap tapak baru yang dilaporkan warga. Hasilnya, tim menemukan jejak tapak yang diduga kuat milik beruang di sekitar area perkebunan masyarakat. Temuan ini menjadi perhatian khusus karena lokasi berada tidak jauh dari aktivitas warga.
Selain melakukan pemeriksaan, tim juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dalam beraktivitas di kebun. Warga diminta tidak bekerja sendirian, tidak berangkat terlalu pagi, dan tidak pulang terlalu sore, guna menghindari risiko bertemu dengan satwa liar.
Lebih lanjut, tim mengingatkan agar warga tidak memasang jerat, mengingat harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang sebelumnya tertangkap belum dapat dipastikan sebagai pelaku serangan terhadap manusia.
Koordinator Tim Patroli Satwa,kabid Limas satpol PP Mujiran, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk menjaga keamanan masyarakat serta kelestarian satwa liar yang dilindungi.
“Kami terus berupaya memastikan keamanan masyarakat, terutama di wilayah yang berpotensi terjadi konflik dengan satwa liar. Masyarakat kami imbau agar selalu berhati-hati, tidak bertindak sendiri, dan melaporkan segera jika melihat tanda-tanda keberadaan satwa seperti jejak atau suara,” ujar Mujiran
Ia juga menambahkan bahwa koordinasi lintas instansi akan terus diperkuat agar penanganan konflik manusia dan satwa liar dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
“Kami ingin semua pihak berperan aktif, baik pemerintah daerah, aparat keamanan, maupun masyarakat. Upaya ini tidak hanya untuk keselamatan manusia, tetapi juga untuk menjaga keberlangsungan satwa yang menjadi bagian dari ekosistem Taman Nasional Bukit Barisan Selatan,” tambahnya.
kegiatan ini telah disampaikan kepada Bupati Lampung Barat, Dandim 0422/LB, Kapolres Lampung Barat, Kepala TNBBS, dan BKSDA Lampung–Bengkulu. (Abizar/Ton)






