Bandar Lampung, 6 November 2025 — Jelang laga panas antara Bhayangkara Presisi Lampung FC dan Bali United di Stadion Sumpah Pemuda, semangat dukungan dari suporter lokal terus menggelora.
Ketua Sikambara, Junaedi, menyatakan keyakinannya bahwa tim kebanggaan masyarakat Lampung itu akan meraih kemenangan penting di kandang sendiri.
CEO Rumah Minang Indah Grup ini menegaskan bahwa semangat juang para pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC meningkat tajam setelah hasil imbang melawan Persita Tangerang pekan lalu.
“Kami melihat perkembangan positif tim dalam beberapa laga terakhir. Permainan sudah semakin solid, dan kami yakin melawan Bali United nanti, Bhayangkara bisa menang dengan skor meyakinkan,” ujar Junaedi dengan nada optimistis, Kamis (6/11).
Menurut Junaedi yang juga Ketua Pajero Indonesia One (PI-1) Chapter Krakatau, dukungan para suporter Lampung akan menjadi faktor penentu kemenangan. Sikambara telah menyiapkan dukungan penuh untuk membakar semangat pemain.
“Kami tidak hanya datang untuk menonton, tapi ikut berjuang lewat dukungan penuh. Lampung harus tunjukkan bahwa kita punya tim yang kuat, punya suporter yang loyal,” tambahnya.
Wakil Ketua Pengda TP Sriwijaya Lampung ini juga menilai, meskipun Bali United memiliki pemain-pemain berpengalaman, Bhayangkara Presisi Lampung FC tidak perlu gentar. Ia menilai strategi pelatih Paul Munster sudah tepat untuk mengimbangi permainan cepat dan kolektif tim tamu.
“Kami tahu Bali United tim besar, tapi mereka juga manusia, bisa kalah. Bhayangkara Lampung sedang dalam tren positif, para pemain muda tampil percaya diri. Kami optimis 3 poin akan tetap di Lampung,” tegas Junaedi.
Untuk itu, Sikambara juga mengajak masyarakat Lampung untuk bersatu memberi dukungan moral kepada tim. Menurut Junaedi, keberhasilan Bhayangkara Presisi Lampung FC bukan hanya milik klub, tetapi juga kebanggaan daerah.
“Ini bukan sekadar pertandingan, tapi simbol kebangkitan sepak bola Lampung. Kita ingin tunjukkan bahwa Lampung bisa bersaing di level nasional dengan cara sportif dan penuh semangat,” pungkasnya. (*).






