// Jaga Layanan Komunikasi, 90% Site Sudah Pulih //
Langkat — Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bergerak cepat membantu para korban banjir dan longsor di Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Melalui Posko Penyaluran di Tanjung Pura, Indosat menyalurkan bantuan kebutuhan mendesak mulai dari makanan siap santap, air minum, selimut, alas tidur, hingga perlengkapan kebersihan diri.
Tim Indosat Circle Sumatra turun langsung ke lokasi bencana untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tertib, terutama kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta ibu dengan bayi dan balita. Bantuan ini juga menjadi bagian dari program Indosat SIGAP (Siap Tanggap Keadaan Darurat) di bawah payung CSR perusahaan.
EVP – Head of Circle Sumatra IOH, Agus Sulistio, menegaskan bahwa kehadiran Indosat di lokasi bencana merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi darurat yang dihadapi masyarakat.
“Kami memahami bahwa bencana ini memberikan dampak besar bagi saudara-saudara kita di Sumatra Utara. Indosat Ooredoo Hutchison berkomitmen untuk berada di sisi masyarakat dalam situasi apa pun,” ujarnya.
Selain bantuan logistik, Indosat menyalurkan kartu perdana IM3 dan Tri untuk memastikan akses komunikasi tetap tersedia bagi para penyintas, terutama untuk kebutuhan darurat, pencarian keluarga, hingga koordinasi penanganan bencana.
Sejak bencana terjadi, kebutuhan layanan komunikasi menjadi perhatian utama. Hingga Senin, 1 Desember 2025, 90% site Indosat di wilayah Sumatra Utara telah berfungsi normal. Tim teknis terus mempercepat pemulihan melalui perbaikan jalur transport telekomunikasi dan pengoperasian perangkat portable di titik-titik terdampak.
Upaya ini memungkinkan layanan dasar—telepon, SMS, dan data terbatas—tetap berjalan meski situasi lapangan masih penuh kendala.
Indosat memastikan pemantauan kondisi lapangan terus dilakukan dan membuka ruang untuk penambahan dukungan sesuai kebutuhan masyarakat. Komitmen ini menjadi bagian dari peran perusahaan dalam membantu percepatan pemulihan pascabencana sekaligus menjaga akses komunikasi tetap stabil bagi warga terdampak. (*).






