“Koran Editor Rayakan HUT ke-15 dengan Sederhana, Khidmat, dan Penuh Kekeluargaan”
Lampung Selatan — Tanpa gemerlap, tanpa keramaian berlebih. Namun suasana haru, syukur, dan kekeluargaan menyelimuti ruang redaksi Koran Editor di Jalan Raden Gunawan, Hajimena, Natar, Jumat (5/12/2025). Perayaan HUT ke-15 Koran Editor berlangsung sederhana dan khidmat—cukup untuk mengungkapkan betapa panjang dan berartinya perjalanan media ini dalam mewarnai informasi di Lampung.
Acara dimulai dengan doa bersama, dipimpin dengan khusyuk, untuk korban bencana alam yang menimpa Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dan untuk keselamatan bangsa serta memohon agar Koran Editor terus diberi kekuatan dan keberkahan di usia yang tak lagi muda. Usai doa, dilakukan pemotongan tumpeng, simbol syukur dan harapan baru. Kehangatan terasa dalam ramah tamah dan sesi foto bersama, mempererat kembali jalinan persaudaraan dalam keluarga besar Koran Editor.
Suprapto: “Koran Editor berdiri karena kebersamaan, dan akan terus besar karena kebersamaan.”
Dalam momen refleksi itu, Pimpinan Umum sekaligus pendiri Koran Editor, Suprapto, menyampaikan pesan mendalam tentang perjalanan 15 tahun koran yang ia rintis.
“Koran Editor bisa berdiri sampai usia 15 tahun bukan karena saya, bukan karena satu orang, tetapi karena kebersamaan kita semua. Saya berharap semangat ini tidak pernah padam. Insya Allah, dengan kerja keras, integritas, dan kekompakan, Koran Editor akan terus besar dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Suprapto.
Ia juga menegaskan bahwa tantangan media di era digital tidak akan mematahkan semangat tim redaksi, justru menjadi pemicu untuk semakin adaptif dan inovatif. “Kita harus tetap hadir sebagai media yang dipercaya masyarakat. Itu tugas kita, itu amanah kita,” tambahnya.
Redaksi dan Sejumlah Biro Berkumpul, Pererat Semangat 15 Tahun
Hadir dalam perayaan tersebut pimpinan umum, redaksi, biro bahkan salah satu pendiri Koran Editor yang selama ini menjadi roda penggerak Koran Editor: Suprapto – Pimpinan Umum, Sandi Dwi Cahyo – Redaktur, M. Fikri – Biro Way Kanan, Mukhlis – Biro Pesawaran, Hendra Syafei – Pracetak, Hendra Surya – Pemasaran, serta Aliunsyah – perintis Koran Editor
Kehadiran para punggawa ini menjadi simbol bahwa perjalanan panjang redaksi bukan sekadar pekerjaan, tetapi komitmen dan cinta terhadap dunia jurnalistik.
Doa dari Rekan-Rekan Biro: “Semoga Editor Makin Jaya”
Walau tak semua biro dapat hadir, dukungan deras mengalir melalui WAG SKH Koran Editor.
Ipung Editor: “Masya Allah, Tabarakallah, Barakallah fiikum buat Koran Editor dan kita semua.”
Juntak Editor: “Ultah Editor makin jaya dan sukses. Amin. Izin belum bisa gabung.”
Irham Editor: “Subhanallah… mohon maaf gak bisa hadir, badan belum fit benar.”
Candaan pun tetap hadir. Menanggapi foto-foto acara yang dibagikan, Irham menulis, “Waduh Hen… bikin sedih aja lo kirim foto-foto ini 😂.” Meski terpisah jarak, rasa kekeluargaan tetap terjaga.
Makna Lima Belas Tahun: Bukan Sekadar Angka
Usia 15 tahun bagi sebuah media lokal adalah capaian besar. Di tengah tekanan industri, gempuran digital, dan perubahan pola konsumsi informasi, Koran Editor tetap bertahan. Bahkan tetap menjadi ruang pengabdian bagi jurnalisnya dan sumber informasi bagi pembacanya.
Perayaan sederhana ini menyadarkan kembali bahwa yang membuat Koran Editor tetap ada bukan hanya berita yang terbit setiap hari, tetapi orang-orang di dalamnya yang menjaga nilai, integritas, dan semangat kebersamaan.
Dalam kehangatan kecil di Hajimena, keluarga besar Koran Editor meneguhkan tekad: melangkah lebih jauh, lebih besar, dan lebih bermanfaat untuk masyarakat Lampung. (*).






