50 Titik Pompanisasi Disiapkan, Enam SPLU Baru Diresmikan untuk Dorong Produktivitas Petani
Lampung Timur — PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Metro menegaskan komitmennya memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu pilar ekonomi Lampung Timur. Tak hanya menghadirkan infrastruktur kelistrikan yang andal, PLN juga mengakselerasi akses energi di kawasan produktif untuk mendorong modernisasi pertanian.
Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Petani Mitra Adhyaksa yang digelar Kejaksaan Negeri Lampung Timur pada Kamis (4/12). Forum strategis tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Bupati Lampung Timur Hj. Ella Siti Nuryamah, Kepala Kejari Lampung Timur Dr. Pofrizal, Kepala SNVT PJPA BBWS Mesuji Sekampung Surendro Andi Wibowo, hingga Manajer PLN UP3 Metro Anas Febrian.
Salah satu agenda krusial dalam rapat ini adalah rencana pengajuan pompanisasi Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) sebanyak 50 titik di Desa Pasir Sakti dan Jabung. Upaya ini menjadi kunci dalam memperkuat pasokan air, meningkatkan produktivitas lahan, dan menjaga stabilitas produksi pangan Lampung Timur.
Manajer PLN UP3 Metro Anas Febrian menegaskan bahwa PLN bergerak cepat mendukung kebutuhan energi untuk penguatan irigasi dan pertanian.
“PLN memastikan infrastruktur listrik di wilayah produktif, khususnya pertanian, terus dipercepat pembangunannya agar petani dapat merasakan manfaat energi secara langsung,” ujar Anas.
Dalam laporannya, Anas menyebut bahwa enam Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) masing-masing berkekuatan 5.500 VA telah rampung dibangun di Desa Pasir Sakti. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi sumber energi untuk pertanian modern, kegiatan usaha mikro, dan kebutuhan listrik warga.
Selain itu, pembangunan jaringan listrik untuk lokasi Panen Raya Kejati di Desa Pasir Sakti saat ini memasuki tahap penanaman tiang. “Kami pastikan pekerjaan berjalan optimal dan selesai sesuai target,” tegasnya.
Anas juga menekankan kesiapan PLN dalam memperkuat kolaborasi antarinstansi. “PLN siap berkolaborasi dengan seluruh pihak untuk memastikan listrik menjadi enabler bagi peningkatan produktivitas pertanian dan ekonomi daerah,” ujarnya.
Program Petani Mitra Adhyaksa yang digagas Kejaksaan Negeri Lampung Timur turut memperkuat dukungan dari sisi non-teknis. Pendampingan hukum, fasilitasi pembiayaan, penyediaan sarana produksi, hingga perlindungan dari permainan harga dan monopoli distribusi pangan menjadi bagian dari upaya menjaga kesejahteraan petani.
Forum koordinasi ini menjadi langkah konkret mewujudkan pertanian Lampung Timur yang lebih modern, berkelanjutan, dan berdaya saing. Dukungan energi dari PLN, penguatan irigasi, serta kolaborasi lintas lembaga diharapkan mampu menghadirkan perubahan signifikan bagi kesejahteraan petani.
Lampung Timur bergerak. Pertanian diperkuat. Energi menyala—petani sejahtera. (*).






