Pemprov Lampung Gaspol Koperasi Merah Putih

2.650 Koperasi Terbentuk, Gerai dan Gudang Ditarget Rampung Maret 2026

BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung menggenjot sinergi lintas daerah dan pemangku kepentingan guna mempercepat pendataan lahan serta pembangunan fisik gerai dan pergudangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Langkah ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi yang diikuti seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Lampung, digelar secara virtual dari Ruang Utama Kantor Gubernur Lampung, Kamis (8/1/2026).

Rakor dipimpin Gubernur Lampung melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan. Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan koperasi merupakan pilar utama penguatan ekonomi rakyat sebagaimana arahan Presiden RI Prabowo Subianto, sekaligus fondasi ketahanan pangan dan kemandirian bangsa.

“Pendataan lahan yang akurat, pembangunan fisik yang tepat sasaran, serta kelengkapan koperasi menjadi fondasi utama keberhasilan Koperasi Merah Putih di Lampung,” tegas Sekdaprov.

Menurutnya, posisi strategis Lampung sebagai penyangga pangan nasional dan simpul distribusi Sumatera membuat keberhasilan Koperasi Merah Putih berdampak langsung pada stabilitas ekonomi daerah dan ketahanan nasional. Karena itu, percepatan pembangunan gerai dan pergudangan harus dilakukan terkoordinasi, terintegrasi, dan memiliki kepastian hukum.

Gubernur juga mengapresiasi terbentuknya 2.650 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Provinsi Lampung. Capaian ini dinilai sebagai modal awal kuat untuk mendorong produktivitas usaha, tata kelola koperasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Dukungan tegas juga datang dari Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung, Danang Suryo Wibowo. Ia menegaskan Koperasi Merah Putih merupakan program prioritas nasional yang harus didukung penuh seluruh elemen.

“Targetnya, hingga 31 Maret 2026, seluruh gerai Koperasi Merah Putih harus selesai. Tidak ada kata tidak siap. Semua harus bergerak bersama demi kepentingan masyarakat Lampung,” tegasnya.

Sementara itu, Kapoksahli Pangdam II/Sriwijaya wilayah Lampung, Brigjen TNI Sriyanto, M.I.R., M.A., mengungkapkan bahwa hingga Termin I telah diterima 1.066 unit Koperasi Merah Putih di Lampung. Menurutnya, capaian tersebut sekaligus menjadi tantangan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.

“Program ini tidak bisa dikerjakan sendiri. Dibutuhkan sinergi penuh dari pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Rapat koordinasi ini diharapkan menghasilkan keputusan strategis dan rencana tindak lanjut yang jelas, sehingga pembangunan gerai dan pergudangan Koperasi Merah Putih di Lampung dapat selesai tepat waktu dan memberi dampak nyata bagi penguatan ekonomi rakyat. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *