Edukasi Fisioterapi Anak Cerebral Palsy Diperkuat, Akademisi Dorong Pendampingan Sejak Dini

LAMPUNG SELATAN – Upaya peningkatan kualitas hidup anak penyandang Cerebral Palsy (CP) terus diperkuat melalui kegiatan Pendampingan dan Edukasi Pentingnya Fisioterapi pada Anak Cerebral Palsy yang akan digelar oleh Cerebral Palsy Lampung, pada Sabtu (24/1). Kegiatan ini menegaskan pentingnya peran fisioterapi sejak dini sebagai fondasi tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus.

Salah satu narasumber, FTR. Al Um Aniswatun H., M.Fis., Dosen Universitas Muhammadiyah (UM) Metro, menekankan bahwa fisioterapi bukan sekadar terapi fisik, melainkan bagian dari proses jangka panjang untuk membangun kemandirian dan kualitas hidup anak Cerebral Palsy.

“Fisioterapi pada anak Cerebral Palsy sangat penting dan idealnya dilakukan sedini mungkin. Ini bukan hanya soal melatih gerak, tetapi membantu anak mencapai potensi fungsional terbaiknya agar lebih mandiri dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Aniswatun, Jumat (24/1/2026).

Menurutnya, masih banyak orang tua yang belum memahami bahwa pendampingan yang konsisten dan berbasis ilmu sangat menentukan keberhasilan terapi. Karena itu, edukasi kepada keluarga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari layanan fisioterapi.

“Orang tua adalah mitra utama terapis. Ketika orang tua paham apa yang harus dilakukan di rumah, maka terapi tidak berhenti di ruang klinik. Pendampingan yang berkelanjutan inilah yang memberi dampak nyata bagi anak,” jelasnya.

Aniswatun juga menegaskan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam penanganan Cerebral Palsy, yang melibatkan tenaga medis, fisioterapis, pendidik, serta dukungan komunitas.

“Anak Cerebral Palsy membutuhkan dukungan menyeluruh. Kolaborasi antara dokter, fisioterapis, dan lingkungan sosial sangat penting agar anak tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga sosial dan emosional,” katanya.

Kegiatan ini turut menghadirkan Dr. Roro Rukmi, M.Kes., Sp.A(K), dokter spesialis anak konsultan neurologi, serta didukung oleh Persatuan Komunitas Disabilitas Lampung dan Dinas Sosial Provinsi Lampung. Acara berlangsung di Jalan Dul Hadi Blok A No.5, Kebon Bibit, Hajimena, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.

Aniswatun berharap kegiatan edukatif semacam ini dapat digelar secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak keluarga anak Cerebral Palsy di Lampung.

“Harapan kami, tidak ada lagi orang tua yang merasa sendiri. Dengan edukasi yang tepat dan dukungan komunitas, anak-anak Cerebral Palsy bisa tumbuh dengan kualitas hidup yang lebih baik dan bermartabat,” pungkasnya.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara akademisi, tenaga kesehatan, komunitas, dan pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam membangun sistem pendampingan yang inklusif bagi penyandang disabilitas di Lampung. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *