Bupati Egi Tembus Forum Internasional Jepang

Serap Sistem Pengelolaan Sampah Kelas Dunia untuk Lampung Selatan

Tokyo — Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menembus forum internasional di Jepang dengan mengikuti workshop pengelolaan sampah dan lingkungan berkelas dunia yang digelar Pemerintah Jepang di Tokyo, 25–31 Januari 2026. Kehadiran Bupati Egi menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam mentransformasi sistem pengelolaan sampah daerah menuju model modern, berkelanjutan, dan berbasis ekonomi sirkular.

Workshop internasional yang berada di bawah koordinasi Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang itu mempertemukan pejabat tinggi dari berbagai negara untuk mempelajari secara langsung sistem nasional Jepang dalam pengelolaan limbah, daur ulang terpadu, serta tata kelola lingkungan berbasis kebijakan publik.

Dalam forum tersebut, sampah diposisikan bukan sekadar limbah, melainkan sumber daya bernilai ekonomi yang dapat dikelola secara berkelanjutan melalui teknologi modern dan regulasi yang terintegrasi.

Bupati Egi menjadi salah satu dari enam kepala daerah Indonesia yang diundang secara resmi dalam program prestisius tersebut. Selain Bupati Lampung Selatan, delegasi Indonesia juga diikuti oleh Wali Kota Pekanbaru, Wali Kota Yogyakarta, Wali Kota Bogor, Wali Kota Mojokerto, serta Bupati Toba.

Para peserta mengikuti rangkaian agenda strategis, mulai dari diskusi kebijakan lintas negara, pemaparan sistem pengelolaan sampah nasional Jepang, hingga kunjungan lapangan ke fasilitas pengolahan limbah dan pusat daur ulang berteknologi tinggi.

Dalam keterangannya, Bupati Egi menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam workshop tersebut merupakan kesempatan penting bagi daerah untuk menyerap praktik terbaik pengelolaan sampah yang telah berjalan efektif di Jepang.

“Hari ini saya berada di Tokyo, Jepang, dalam rangka kunjungan kerja untuk mempelajari langsung kondisi terkini pengelolaan dan daur ulang sampah di Jepang,” ujar Bupati Egi, Senin (26/1/2026).

Ia menambahkan, pembelajaran dari Jepang menjadi modal strategis bagi Lampung Selatan dalam membangun sistem pengelolaan lingkungan yang modern dan berkelanjutan.

“Ini hari pertama saya mengikuti workshop terkait pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Kita belajar banyak di Jepang, ternyata luar biasa. Jadi kalau Jepang saja bisa, Bismillah Indonesia juga bisa,” tegasnya.

Seluruh rangkaian kegiatan workshop difasilitasi oleh Pemerintah Jepang, mulai dari akomodasi, materi pembelajaran, hingga kunjungan teknis ke fasilitas pengelolaan limbah. Program ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan lingkungan yang adaptif terhadap pertumbuhan penduduk, urbanisasi, serta tantangan perubahan iklim.

Keikutsertaan Bupati Egi dalam forum internasional ini sekaligus menegaskan komitmen Lampung Selatan untuk aktif membangun kolaborasi global di bidang lingkungan hidup, serta memperkuat arah kebijakan daerah menuju sistem pengelolaan sampah modern yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi. (DBS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *