BANDARLAMPUNG — Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung Iskardo P. Panggar menegaskan pentingnya penguatan edukasi politik bagi generasi muda sebagai fondasi utama membangun demokrasi yang sehat, partisipatif, dan berintegritas. Hal tersebut disampaikannya dalam diskusi bersama Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kotabumi, M. Yosep Alipio, di Kantor Bawaslu Provinsi Lampung, Rabu (28/1).
Iskardo menilai mahasiswa dan organisasi kepemudaan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesadaran politik masyarakat, baik menjelang maupun pasca pelaksanaan agenda demokrasi. Generasi muda, kata dia, tidak hanya berperan sebagai pemilih, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu mengawal jalannya demokrasi agar tetap berada dalam koridor kejujuran dan keadilan.
“Generasi muda harus dibekali pemahaman politik yang baik, bukan hanya soal hak memilih, tetapi juga bagaimana mengawasi, mengkritisi, dan menjaga proses demokrasi agar tetap berintegritas. HMI sebagai organisasi kader memiliki peran besar dalam membangun kesadaran politik yang beretika dan berlandaskan nilai kebangsaan,” ujar Iskardo P. Panggar.
Ia menegaskan, Bawaslu Provinsi Lampung membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan elemen pemuda dan mahasiswa dalam rangka penguatan pendidikan politik, pengawasan partisipatif, serta pencegahan pelanggaran pemilu sejak dini.
“Edukasi politik tidak bisa hanya dilakukan oleh penyelenggara pemilu. Diperlukan keterlibatan aktif mahasiswa agar pesan-pesan demokrasi dapat menjangkau masyarakat lebih luas,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Kotabumi M. Yosep Alipio menyambut positif diskusi tersebut dan menyatakan komitmen HMI untuk berperan aktif dalam mencerdaskan kehidupan politik generasi muda. Menurutnya, kolaborasi dengan Bawaslu merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas kader sekaligus kontribusi nyata HMI bagi penguatan demokrasi. (*).






