Penjambret Tersungkur di Pasar Bandar Jaya

Aksi Cepat Prajurit Yonif TP 848 Gagalkan Kejahatan Siang Bolong

Lampung Tengah — Aksi penjambretan handphone di kawasan Pasar Bandar Jaya, Lampung Tengah, Selasa (3/2/2025) siang, berakhir gagal total. Dua prajurit Yonif TP 848/SPC yang kebetulan berada di sekitar lokasi bertindak cepat mengejar pelaku hingga berhasil menangkapnya di tengah keramaian pasar.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Korban, Rizky, warga Bandar Jaya, berteriak meminta tolong sesaat setelah handphone miliknya dirampas. Teriakan itu didengar Serda Joseph Christian dan Serda M Chelsea Sigit W, yang saat itu berada di sebuah lapak barang bekas tak jauh dari pasar.

Mendengar teriakan korban, kedua prajurit langsung berlari mengejar pelaku yang berusaha kabur memanfaatkan padatnya aktivitas pasar. Aksi kejar-kejaran berlangsung menegangkan. Dalam hitungan menit, pelaku berhasil dikejar sejauh kurang lebih 300 meter dari lokasi awal kejadian.

Untuk mencegah amukan warga yang mulai berdatangan, kedua prajurit segera mengamankan pelaku ke rumah warga terdekat. Handphone milik korban berhasil diselamatkan dan dikembalikan.

Komandan Yonif TP 848, Letkol Inf Dewa Gede Mahendra, membenarkan peristiwa tersebut dan mengapresiasi tindakan cepat prajuritnya.

“Anggota kami bertindak secara refleks setelah mendengar teriakan korban. Ini murni naluri prajurit untuk membantu masyarakat yang sedang dalam bahaya,” ujar Dewa Gede, Rabu (4/2/2026).

Ia menegaskan, sikap sigap dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar selalu ditekankan kepada seluruh prajurit, terutama saat berada di tengah masyarakat.

“Jika melihat atau mendengar ada warga yang membutuhkan pertolongan, segera bantu sesuai kemampuan,” katanya.

Meski pelaku telah diamankan, kasus tersebut tidak berlanjut ke proses hukum. Korban dan pelaku sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan, dengan dimediasi aparatur desa setempat. Barang milik korban pun telah dikembalikan.

“Yang terpenting situasi bisa dikendalikan dan tidak terjadi tindakan anarkis,” jelas Dewa Gede.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada saat beraktivitas di ruang publik, khususnya di kawasan ramai seperti pasar.

“Sinergi antara masyarakat dan aparat sangat penting untuk mencegah kejahatan jalanan,” pungkasnya.

Usai memastikan situasi aman, kedua prajurit Yonif TP 848/SPC melaporkan kejadian tersebut kepada komandan satuan dan kembali melanjutkan aktivitas. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *