Polisi Turun Tangan, Lapangan Samber Jadi Titik Awal Gerakan Bersih Kota

Metro — Pagi belum lama beranjak ketika Lapangan Samber, jantung ruang publik Kota Metro, mendadak lebih sibuk dari biasanya, Jumat (6/2/2026). Bukan oleh pedagang atau warga yang berolahraga, melainkan derap langkah puluhan personel Polres Metro berseragam dinas. Sejak pukul 07.00 WIB, mereka menyisir setiap sudut lapangan—memunguti sampah plastik, membersihkan saluran air, hingga merapikan area yang saban hari menjadi tempat berkumpul masyarakat.

Aksi kurvei itu bukan sekadar kegiatan seremonial. Polres Metro menjadikannya sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto tentang penguatan kepedulian lingkungan dan perawatan fasilitas umum. Lapangan Samber dipilih karena perannya yang vital: ruang temu warga lintas usia, dari olahraga pagi hingga aktivitas keluarga.

Dipimpin langsung Kapolres Metro AKBP Hangga Utama Darmawan, aparat kepolisian tampak membaur, bekerja tanpa sekat dengan masyarakat. Bagi Hangga, kehadiran polisi di lapangan bukan hanya soal penegakan hukum, melainkan juga keteladanan sosial.

“Kami ingin memberi contoh langsung bahwa menjaga kebersihan ruang publik adalah tanggung jawab bersama,” ujar Hangga di sela kegiatan.

Menurutnya, kondisi ruang publik sangat memengaruhi kualitas aktivitas warga. Lapangan yang kotor tak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. “Kalau ruang publik kotor, aktivitas warga terganggu. Karena itu polisi turun langsung agar lingkungan tetap nyaman dan sehat,” katanya.

Lebih jauh, Hangga berharap gerakan bersih ini tidak berhenti pada satu hari. Ia ingin kurvei menjadi kebiasaan kolektif yang tumbuh dari kesadaran bersama. “Aksi ini kami dorong jadi kebiasaan, bukan kegiatan sesaat,” tegasnya.

Gerakan Serentak hingga Kawasan Wisata

Semangat serupa bergulir hingga tingkat Polda Lampung. Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf menyebut, kegiatan kurvei dilakukan serentak di sejumlah titik strategis, khususnya kawasan wisata. Arahan Presiden, kata Helfi, menekankan pentingnya menjaga lingkungan sebagai penopang sektor pariwisata.

“Kami mendapat arahan untuk melakukan kurvei, terutama di wilayah wisata karena sektor ini menjadi salah satu sumber devisa,” ujar Helfi.

Polda Lampung memusatkan kegiatan di tiga lokasi utama yang kerap dikunjungi masyarakat, yakni kawasan Duta Wisata, Pantai Mutun, dan Sukaraja. Program ini, menurut Kapolda, akan digelar rutin setiap Jumat dengan melibatkan seluruh jajaran hingga tingkat Polres.

“Seluruh Polres kami libatkan, didukung pemerintah daerah, dan kami mengajak semua pihak terlibat,” tegasnya.

Kolaborasi untuk Kota yang Lebih Nyaman

Di Lapangan Samber, kurvei turut dihadiri Wali Kota Metro Hi. Bambang Iman Santoso, jajaran Polres Metro, perwakilan Kodim 0411/KM, Kasat Pol PP, unsur DPRD, Ketua Pengadilan Agama, hingga kepala perangkat daerah. Forkopimda, pelajar, dan elemen masyarakat juga ikut turun tangan, menciptakan suasana gotong royong yang terasa kental.

Di akhir kegiatan, Polres Metro menegaskan komitmennya untuk terus menggalakkan program kepedulian lingkungan sebagai bagian dari pelayanan publik. Dari Lapangan Samber, pesan itu mengalir jelas: menjaga kota bukan hanya tugas pemerintah atau aparat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *