Lampung Tengah — Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI Partai Golkar Kabupaten Lampung Tengah menjadi momentum konsolidasi besar kader beringin. Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung, Hanan A Rozak, menegaskan Partai Golkar harus tampil dekat dengan rakyat melalui karya dan gagasan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Hanan saat membuka Musda XI Partai Golkar Lampung Tengah yang digelar di Gedung Sesat Nuwo Balak, Gunung Sugih, Sabtu (7/2/2026), dan dihadiri sekitar 1.600 peserta, peninjau, serta tamu undangan.
“Partai Golkar Lampung Tengah harus solid, turun ke masyarakat, dan menjadi jembatan solusi. Golkar tidak cukup hadir lewat simbol, tetapi melalui karya dan gagasan nyata,” ujar Hanan.
Sebelum Musda, jajaran pengurus Partai Golkar Provinsi Lampung bersama Plt Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri melaksanakan Gerakan Lampung Menanam (GELAM) dengan menanam berbagai pohon produktif di sekitar lokasi acara. Kegiatan itu menjadi simbol komitmen Golkar terhadap pembangunan berkelanjutan.
Hanan juga menargetkan peningkatan perolehan kursi DPRD Lampung Tengah dari 13 menjadi 15 kursi pada Pemilu 2029, seraya menekankan pentingnya konsolidasi hingga tingkat desa, kelurahan, dan RT. Menurutnya, Musda bukan sekadar memilih ketua, tetapi menentukan arah dan kekuatan organisasi ke depan.
Plt Ketua DPD Partai Golkar Lampung Tengah H. Tony Eka Candra menyampaikan, selama masa transisi 28 hari, roda organisasi berjalan sehat dan Musda dapat terlaksana dengan baik. Ia optimistis soliditas yang telah terbangun menjadi modal utama mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi Partai Golkar di Lampung Tengah.
Sementara itu, Plt Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri mengapresiasi Musda yang diawali dengan aksi menanam pohon. Ia menegaskan komitmen Pemkab Lampung Tengah untuk terus bersinergi dengan Partai Golkar dalam pembangunan daerah.
Musda XI Partai Golkar Lampung Tengah diharapkan melahirkan kepemimpinan yang solid, memperkuat regenerasi kader, serta menjadikan Partai Golkar sebagai rumah aspirasi masyarakat Lampung Tengah. (*).






