Seminar Nasional Tekankan Keadilan Prosedural sebagai Fondasi Demokrasi Modern
Bandar Lampung — Anggota Bawaslu Provinsi Lampung, Tamri, menegaskan komitmen pengawasan pemilu yang berintegritas dan berkeadilan usai mengikuti Seminar Nasional bertema “Pemilu Sebagai Gerbang Menuju Negara Demokrasi Modern”, Kamis (12/02).
Seminar yang diselenggarakan oleh Universitas Nasional tersebut digelar secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti akademisi, penyelenggara pemilu, mahasiswa, serta pemerhati demokrasi dari berbagai daerah di Indonesia.
Tamri menyambut baik pelaksanaan seminar tersebut. Ia menilai forum akademik ini penting dalam memperkuat perspektif penyelenggara pemilu daerah terhadap nilai-nilai demokrasi, integritas, serta urgensi pengawasan yang berlandaskan keadilan prosedural.
“Seminar ini memberikan penguatan substansi bagi kami di daerah, khususnya dalam memahami pentingnya keadilan prosedural sebagai kunci utama menjaga legitimasi pemilu. Bawaslu Provinsi Lampung berkomitmen untuk memastikan setiap tahapan pemilu berjalan sesuai aturan, transparan, dan berkeadilan demi terwujudnya demokrasi yang berkualitas,” ujar Tamri.
Ia juga menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam mengawal proses demokrasi. Menurutnya, pengawasan partisipatif menjadi elemen strategis untuk mencegah pelanggaran serta menjaga kepercayaan publik terhadap hasil pemilu.
Dalam seminar tersebut, Anggota Bawaslu Republik Indonesia, Puadi, tampil sebagai narasumber utama. Ia memaparkan secara mendalam konsep keadilan prosedural murni dalam penyelenggaraan pemilu.
Menurut Puadi, keadilan prosedural merupakan prinsip fundamental yang menuntut setiap tahapan pemilu dilaksanakan secara jujur, transparan, setara, serta bebas dari manipulasi maupun intervensi kepentingan tertentu.
Ia mengingatkan, apabila prosedur penyelenggaraan telah tercemar, maka hasil pemilu berpotensi kehilangan legitimasi, baik secara moral maupun politik. Kondisi tersebut dapat berdampak serius terhadap tingkat kepercayaan publik terhadap demokrasi dan institusi penyelenggara pemilu.
“Gerbang demokrasi harus dijaga secara kolektif. Jika fondasi demokrasi kuat, maka negara akan mampu melangkah menuju demokrasi modern yang bermartabat dan berkeadilan,” tegas Puadi.
Seminar nasional ini diharapkan menjadi ruang sinergi strategis antara penyelenggara pemilu dan kalangan akademik dalam membangun sistem demokrasi yang semakin matang, transparan, serta berintegritas di masa mendatang. (*).






