Purnama Wulan Sari: Literasi Kunci SDM Unggul dan Tangkal Hoaks di Era Digital
BANDAR LAMPUNG – Bunda Literasi Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari, mengukuhkan dan melantik pengurus Forum Literasi 15 Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung di Gedung Pusiban, Sabtu (14/02/2026).
Pelantikan tersebut menjadi momentum penguatan gerakan literasi daerah sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing di tengah tantangan era digital.
Dalam sambutannya, Purnama Wulan Sari menegaskan bahwa amanah yang diemban para pengurus Forum Literasi merupakan tanggung jawab mulia sekaligus tantangan besar.
“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis. Literasi adalah kunci utama dalam menciptakan masyarakat yang kritis, cerdas, dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa makna literasi saat ini telah berkembang melampaui baca-tulis tradisional, mencakup literasi numerasi, sains, digital, finansial, hingga budaya.
“Di tengah arus informasi yang sangat cepat, kemampuan literasi menjadi filter agar masyarakat mampu berpikir kritis, bijak menyerap informasi, serta terhindar dari disinformasi dan hoaks,” tegas Purnama.
Menurutnya, peran pegiat literasi sangat strategis dalam membantu program pemerintah menciptakan SDM berkualitas. Ia berharap Forum Literasi di setiap daerah mampu menjadi motor penggerak dengan menghadirkan inovasi yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak usia dini hingga masyarakat umum.
Beberapa poin penting yang ditekankan antara lain optimalisasi fasilitas Pojok Baca, Taman Baca, dan Perpustakaan Keliling hingga tingkat desa; penyelenggaraan kegiatan kreatif seperti lomba menulis cerpen dan baca puisi; serta kolaborasi lintas sektor dengan Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, perbankan, dan penerbit.
Sementara itu, Ketua Forum Literasi Lampung, Eni Amalia, dalam laporannya menyampaikan bahwa pengukuhan ini merupakan tindak lanjut dari semangat para pegiat literasi di daerah.
“Gerakan literasi adalah gerakan bersama. Kami mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Lampung, Bank Indonesia, Gramedia, dan seluruh mitra yang telah membantu penyediaan akses buku bagi masyarakat hingga pelosok,” ungkap Eni.
Ia menegaskan pentingnya pemerataan akses informasi bagi seluruh warga Lampung sebagai bagian dari amanat konstitusi.
Acara tersebut turut dihadiri pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemprov Lampung, Kepala Dinas Pendidikan dan Perpustakaan dari 15 kabupaten/kota, pengurus TP PKK Provinsi Lampung, serta para tokoh dewan pakar literasi.
Pengukuhan ini diharapkan menjadi tonggak baru penguatan gerakan literasi di Lampung, sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam membangun generasi cerdas dan berkarakter di Bumi Ruwa Jurai. (*).






