Lampung Selatan — Suasana penuh kebahagiaan dan kekeluargaan menyelimuti acara tasyakuran aqiqah cucu Wakil Ketua Pengda TP Sriwijaya Lampung, Hi. Syukri Baihaki, SH., MH, yang digelar di Hajimena, Natar, Lampung Selatan, Sabtu (14/02/2026). Momentum ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ungkapan syukur atas kelahiran generasi penerus keluarga besar.
Ketua Pengda TP Sriwijaya Lampung, Hj. Nurhasanah, SH., MH, hadir bersama jajaran pengurus, di antaranya M. Nasir, Junaedi (Minang Indah), Junaidi Ismail, Nina Susanti, dan Galuh Kurnia. Kehadiran mereka menambah hangat suasana yang berlangsung khidmat dan sarat doa.
Tasyakuran tersebut digelar sebagai wujud rasa syukur atas kelahiran putri dari pasangan Ahmad Muhafidz Bima Priyatna Rettob dan Oktavia Wadiyah Putri yang diberi nama Jennaira Almahrya Zahra Putri, lahir di Bandar Lampung pada 30 Desember 2025.
Dalam sambutannya, Hj. Nurhasanah menyampaikan doa dan harapan terbaik bagi sang bayi.
“Semoga ananda menjadi anak yang salehah, berbakti kepada orang tua, serta kelak berguna bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Menurutnya, aqiqah bukan sekadar tradisi, tetapi juga momentum memperkuat ukhuwah serta mempererat kebersamaan antar pengurus dan keluarga besar organisasi.
Sementara itu, Hi. Syukri Baihaki mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Ketua dan jajaran pengurus yang telah meluangkan waktu untuk berbagi kebahagiaan bersama keluarganya.
“Kami sekeluarga sangat bersyukur atas kelahiran cucu kami. Terima kasih atas doa dan kehadiran seluruh pengurus. Semoga kebersamaan ini semakin mempererat silaturahmi dan membawa keberkahan bagi kita semua,” tutur Syukri Baihaki.
Ia juga berharap sang cucu tumbuh menjadi pribadi yang membawa kebanggaan bagi keluarga dan bermanfaat bagi masyarakat.
Acara diisi dengan doa bersama dan ramah tamah yang dihadiri keluarga besar serta sejumlah tokoh dan kerabat. Nuansa kekeluargaan yang kental menjadi cerminan eratnya hubungan antaranggota, sekaligus penegas bahwa nilai kebersamaan dan spiritualitas tetap menjadi fondasi dalam setiap langkah pengabdian organisasi. (*).






