Basarnas Sisir Bantaran Sungai, Arus Deras dan Kontur Sempit Hambat Pencarian
LAMPUNG SELATAN — Seorang warga Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, dilaporkan hilang dan diduga hanyut di aliran sungai Dusun Taman Harum, Selasa (17/2). Hingga sore hari, korban bernama Ajudin (60) belum ditemukan dan pencarian akan dilanjutkan kembali hari ini.
Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Lampung dari Eko, anggota Satpol PP Lampung Selatan, pada pukul 09.30 WIB. Korban sebelumnya diketahui berada di ladang dekat sungai pada Senin (16/2) sore dan tidak kunjung pulang hingga malam hari.
Keluarga yang melakukan pencarian hanya menemukan sepeda motor korban terparkir di sekitar aliran sungai. Warga bersama aparat setempat sempat melakukan pencarian awal, namun korban belum ditemukan dan diduga hanyut terbawa arus.
Merespons laporan tersebut, tim Rescue dari Pos SAR Bakauheni langsung diberangkatkan dan tiba di lokasi pukul 10.35 WIB. Pencarian hari pertama dilakukan secara manual menyusuri bantaran sungai ke arah hilir, mengingat kondisi medan tidak memungkinkan penggunaan perahu karet.
Komandan Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, menjelaskan bahwa pencarian difokuskan pada metode darat demi keselamatan personel.
“Kami melakukan penyisiran manual ke arah hilir dengan metode pencarian darat menyusuri bantaran sungai. Kondisi arus cukup deras dan kontur sungai sempit serta berlumpur sehingga tidak memungkinkan penggunaan perahu karet. Tim akan melanjutkan pencarian besok pagi dengan memperluas area pencarian dan berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR gabungan,” ujar Rezie di lokasi.
Hingga pukul 17.45 WIB, hasil pencarian masih nihil sehingga operasi dihentikan sementara dan dijadwalkan kembali pada Rabu (18/2) pagi.
Operasi SAR melibatkan unsur Basarnas, Polairud, BPBD, Damkar, Satpol PP, aparat desa, serta masyarakat setempat. Tim gabungan berkomitmen memperluas radius pencarian guna mempercepat proses evakuasi korban. (*).






