UIN dan Unila Didorong Jadi Garda Pengawasan Partisipatif Pemilu
BANDARLAMPUNG — Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Lampung terus memperkuat literasi pengawasan partisipatif di kalangan generasi muda. Komitmen itu diwujudkan melalui diskusi bersama mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung dan Universitas Lampung di Kantor Bawaslu Lampung, Selasa (23/2).
Forum dialog tersebut menjadi bagian dari strategi Bawaslu dalam mendorong keterlibatan aktif mahasiswa sebagai agen perubahan dalam proses demokrasi, khususnya pada pengawasan tahapan pemilu dan pemilihan.
Diskusi berlangsung dinamis. Mahasiswa menyampaikan kritik dan gagasan terkait tantangan pengawasan di era digital, mulai dari maraknya disinformasi, praktik politik uang, hingga isu netralitas penyelenggara dan aparatur negara.
Anggota Bawaslu Lampung, Hamid Badrul Munir, menegaskan demokrasi yang sehat tidak hanya bertumpu pada penyelenggara, tetapi juga pada kesadaran dan partisipasi masyarakat.
“Mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Literasi pengawasan partisipatif harus diperkuat agar mahasiswa tidak hanya menjadi pemilih cerdas, tetapi juga pengawas yang kritis dan berintegritas,” ujarnya.
Menurutnya, pengawasan partisipatif merupakan instrumen penting untuk mencegah dan meminimalkan potensi pelanggaran pemilu. Dengan akses informasi dan teknologi yang semakin luas, generasi muda dinilai memiliki peluang besar untuk terlibat aktif dalam mengawal jalannya demokrasi.
“Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, sangat dibutuhkan. Partisipasi aktif dalam melaporkan dugaan pelanggaran, menyebarkan edukasi kepemiluan, hingga menangkal hoaks akan membantu mewujudkan pemilu yang jujur dan adil,” tegasnya.
Bawaslu berharap kampus menjadi ruang subur bagi tumbuhnya budaya demokrasi yang sehat dan beretika. Mahasiswa pun didorong menjadi pelopor diskusi publik yang konstruktif sekaligus motor penggerak pengawasan partisipatif di tengah masyarakat. (*)






