Total 35 Siswa Termasuk Balita dan Lansia Keracunan MBG, Dapur SPPG Kelola 3.912 Porsi

KORANEDITOR.CO, TULANGBAWANG – Korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Menggala terdata mencapai 35 anak termasuk Balita dan seorang Lansia yang menjalani perawatan intensif di RSUD Menggala dan Menggala Medical Center.
Setelah meninjau para korban keracunan MBG, Tim Satgas MBG Kabupaten Tulangbawang yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Tulangbawang, Ferli Yuledi, langsung melakukan melakukan Sidak di SPPG Menggala Tengah, Yayasan Riyadussholihin Al Hannan, Rabu (25/02/2026).
Ferli mengatakan, sidak ini sebagai langkah Tim Satgas MBG Pemkab Tulangbawang, dalam melakukan monitoring terhadap dapur SPPG.
“Kami minta ke depan semua SPPG harus sesuai dan menerapkan SOP dan regulasi agar kejadian seperti keracunan MBG ini tidak terjadi lagi di Kabupaten Tulangbawang,” terangnya.
Pejabat yang akrab disapa Bing itu juga mengaku akan terus berkoordinasi dengan BGN dalam pengawasan dan pemantauan terhadap seluruh Dapur SPPG agar dapat memenuhi SOP dan regulasi yang berlaku.
“Kalau belum memenuhi syarat, sebaiknya dapur SPPG jangan dulu beroperasi. Jangan dipaksakan karena akibatnya bisa fatal,” jelasnya.
Kepala SPPG Menggala Tengah, Fajri, mengatakan, SPPG tersebut mengelola MBG sebanyak 3.912 porsi atau penerima manfaat. Terdiri dari 3.712 untuk anak sekolah dan 200 untuk Balita, Ibu Hamil dan Ibu menyusui (B3).
Korwil SPPG Kabupaten Tulangbawang, Faisal, mengatakan, atas kejadian keracunan MBG itu, BGN meminta agar dapur SPPG Menggala Tengah ditutup sementara sampai waktu yang belum dapat ditentukan.
“Tim Pemantau dan Pengawas BGN langsung mengeluarkan surat rekomendasi pemberhentian sementara SPPG Menggala Tengah sampai waktu yang tidak bisa ditentukan,” terang Faisal.
Diberitakan sebelumnya, beberapa murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kibang dilarikan ke Puskesmas dan klinik usai mengonsumsi telur asin menu Makan Bergizi Geratis (MBG), para murid mengalami muntah dan mual serta pusing, Selasa (24/02/2026).
Suasana didalam klinik nampak beberapa siswa mendapat penanganan dari tim medis, para pasien langsung ditangani dan petugas melakukan pemeriksaan dan pemasangan infus, beberapa murid yang juga pasien nampak muntah. Menu yang dibagikan berisi telur asin, roti, dan jeruk.
Belum diketahui secara pasti berapa murid yang keracunan saat ini, bertambah atau tidak. Namun kepala wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Faisal menjelaskan, bahwa saat ini tim sedang melakukan pengembangan dalam kasus keracunan tersebut serta ada 4 siswa yang mengalami keracunan.
Tim Satgas MBG Kabupaten Tulangbawang yang dipimpin Sekretaris Pemerintah Kabupaten Tulangbawang, Ferli Yuledi, langsung meninjau korban keracunan di RSUD Menggala dan Menggala Medical Center.
Ferli mengatakan, untuk sementara terdapat 8 yang mengalami keracunan diduga dari MBG termasuk satu Balita dan seorang Lansia.
“Data sementara terdapat 8 yang diduga mengalami keracunan MBG, satu diantaranya Balita dan seorang Lansia yang memakan MBG jatah cucunya,” terang Ferli.
Saat ini seluruh korban keracunan tengah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Menggala dan Menggala Medical Center. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *